a

Wednesday, December 24, 2014
6 Macam Kesalahan yang Dilakukan Perusahaan dan Pelamar Kerja

6 Macam Kesalahan yang Dilakukan Perusahaan dan Pelamar Kerja



hal yang diperhatikan perusahaan dan pelamar kerja


Tak cuma pelamar kerja yang rentan melakukan kesalahan yang mengakibatkan tawaran pekerjaan gagal, ternyata perusahaan juga punya kans yang sama.

Perusahaan mungkin tidak sadar saat melakukan kesalahan berikut ini. Jangan sampai perusahaan Anda menyesal pernah membuat pelanggaran dalam merekrut pegawai baru seperti berikut:

1. Menawarkan Pekerjaan Terlalu Jauh dari Hari Wawancara

Proses penerimaan kerja yang memakan waktu terlalu lama ternyata juga bisa melukai para pelamar. Sama seperti perusahaan Anda, para pelamar juga tidak punya satu kandidat perusahaan saja yang dituju. Ada kemungkinan perusahaan Anda hanyalah plan-B mereka.

Jadi, apabila Anda sudah cocok dengan beberapa pelamar di tengah proses penjaringan pegawai baru, segera hubungi mereka yang lolos kualifikasi dan cabut iklan lowongan yang Anda publikasikan.


2. Merendahkan Gaji

Membayarkan gaji yang berhak calon pegawai Anda terima adalah etika sederhana yang sering dilupakan banyak pelaku bisnis. Memang, keseimbangan aliran dana (cash flow) dalam bisnis Anda harus dijaga, tetapi Anda tidak boleh menyesal karena kehilangan calon pegawai bertalenta, gara-gara ketetapan gaji yang terlalu rendah.


3. Memberikan Deadline Respon yang Sangat Mepet

Tidak semua pelamar menjadikan berkarir bersama bisnis Anda sebagai opsi utama, ada juga yang menjadikannya karir cadangan. Untuk itu, berikanlah mereka waktu yang cukup untuk menimbang-nimbang penawaran kerja dari perusahaan Anda. Di sisi lain, pelamar yang benar-benar ingin bekerja di perusahaan Anda juga perlu memikirkan untung dan ruginya bekerja pada Anda, saat, misalnya, mereka akan ditempatkan di anak perusahaan Anda di luar kota.

Karena tidak ada pekerjaan yang menyenangkan kalau dilandasi rasa terpaksa, maka seharusnya Anda membuat kebijakan di mana pelamar tersebut sudah benar-benar mantap bekerja bersama Anda.


Sedangkan kesalahan berikut kerap dilakukan pelamar saat tawaran pekerjaan datang:

1. Mengambil Keputusan Terlalu Lama

Profesionalitas Anda diuji saat tawaran bekerja dari perusahaan tempat Anda melamar beberapa waktu lalu datang menghampiri. Apabila Anda sudah berhadapan pada situasi semacam itu, Anda perlu cepat memberikan kepastian, apakah Anda akan mengambil atau menolak tawaran kerja itu.

Mengingat perusahaan punya beberapa kandidat selain Anda, respons cepat Anda tentu diharapkan, bila tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Kalau Anda perlu pertimbangan dan punya sesuatu yang memberatkan, ada baiknya dibicarakan pada pihak perusahaan, daripada hilang tanpa kabar saat diminta kepastian.


2. Terlihat Serakah Saat Bernegosiasi

Meskipun nominal hak harus Anda perjuangkan sebagai calon pegawai, namun Anda juga tak boleh bernafsu dengan meminta gaji yang terlampau tinggi. Saat Anda menawarkan nominal gaji yang Anda anggap sudah cukup tinggi dan pihak perusahaan menyetujuinya tanpa banyak 'perlawanan', hal itu bisa berati perusahaan memang menginginkan Anda bergabung, bukan karena tawaran Anda terlalu rendah.

Bukan tidak mungkin gara-gara Anda meminta gaji yang terlalu tinggi, perusahaan tempat Anda melamar malah mengira Anda tidak tulus bekerja dan murni ingin memperkaya diri.


3. Menuntut Sesuatu yang Berlebihan pada Perusahaan 

Saat proses negosiasi terjadi, Anda tidak perlu memusingkan banyak pertimbangan yang sebenarnya sudah ditentukan perusahaan, seperti kebijakan makan dan transportasi pegawai. Selain punya urgensi yang rendah, memperdebatkan hal semacam ini tidak ada gunanya, karena regulasi perusahaan sudah seperti itu.

Lebih baik jujur saja pada perusahaan bahwa Anda membutuhkan biaya tertentu untuk hal-hal yang berbenturan dengan kebijakan perusahaan. Bukan tidak mungkin gaji pokok Anda akan ditambah karena Anda berhasil memberikan pengertian yang baik.


Itu beberapa kesalahan yang sering dilakukan perusahaan dan pelamar kerja menurut mashable.com. Sudah siap menghindari kesalahan tersebut?


Sumber gambar: tfoxlaw.wordpress.com
Read More
Sunday, December 21, 2014
4 Manfaat Kartu Nama yang Tak Tergantikan

4 Manfaat Kartu Nama yang Tak Tergantikan



bisnis butuh kartu nama


Teknologi boleh saja terus bergerak maju, tapi prinsip dasar dari bisnis tetap harus dijunjung, misalnya dengan saling bertukar kartu nama.

Meskipun terkesan ketinggalan zaman, masih ada orang-orang membutuhkan kartu nama. Orang-orang penting di perusahaan besar yang karena faktor usia atau kesibukan, menjauhkan mereka dari hingar-bingar internet, misalnya, masih sering meminta kartu nama untuk kepentingan bisnis. Di samping itu, kartu nama juga sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang giat-giatnya mulai menjaring koneksi.

Apa manfaat kartu nama di era modern seperti sekarang ini? Ini jawabannya:


1. Memulai Pembicaraan

Saat bertemu dengan orang baru pertama kali, menemukan topik untuk sekedar berbincang santai cukup sulit. Bahkan, apabila beberapa menit diisi dengan keheningan, hubungan Anda dengan orang asing - yang kemungkinan bisa mendongkrak karir Anda - itu bisa berakhir dengan kecanggungan dan tidak merubah nasib Anda sedikitpun.

Dengan saling bertukar kartu nama, Anda bisa memiliki referensi topik bahasan yang pantas dan info penting yang bisa Anda gali, sehingga obrolan bisa mengalir lebih lancar tanpa ada awkward moment. Apalagi saat kartu nama Anda didesain dengan baik dan kreatif, orang lain akan tanpa sungkan menanyakan tentang Anda dan bisnis Anda.


2. Hemat Waktu

Di masa lampau, kartu nama berisi informasi sederhana yang padat dan jelas: nama, jabatan dalam bisnis, alamat, dan nomor telepon. Saat teknologi mulai mencampuri kehidupan manusia, disertakan pula detail tambahan yang saat ini dirasa penting, seperti alamat email, akun media sosial, website, dan sebagainya.

Prospek bisnis Anda untuk berkembang akan sangat terbantu oleh kartu nama yang Anda miliki. Mengingat semua informasi yang berkaitan dengan Anda dan bisnis Anda ada di selembar kertas (atau media lain yang Anda sukai) itu, profesional lain yang membutuhkan Anda tidak akan merasa kesulitan. Anda juga bisa menghemat waktu karena tidak perlu berbicara panjang lebar menerangkan siapa Anda dan di mana saja Anda 'beredar'.


3. Menandakan Profesionalisme

Sebagai seorang profesional, di situasi tertentu, Anda pasti membutuhkan kartu nama. Fakta semacam ini, pada dasarnya, ialah etika bisnis standar.

Tetapi di atas semua itu, desain kartu nama Anda bisa memantik ide dari orang yang melihatnya, contohnya tentang siapa Anda dan apa yang Anda lakukan untuk menghidupi diri. Selain itu, sisi kreativitas dan jiwa seni Anda juga bisa dinilai dari selembar kartu nama yang Anda berikan pada profesional lain.


4. Melebarkan Koneksi

Meskipun dengan media sosial Anda bisa dikenal dan mengenal orang lain, kartu nama tetap penting untuk memperluas jaringan pertemanan personal maupun bisnis Anda. Semisal ada klien yang puas dan ingin merekomendasikan Anda pada rekannya, mereka tinggal memberikan kartu nama yang pernah Anda titipkan pada klien yang hatinya sedang berbunga-bunga berkat Anda itu.

Bayangkan kalau saat itu Anda tidak memberikan kartu nama Anda, bisa-bisa rezeki Anda hilang dipatok oleh profesional lain yang paham akan gunanya kartu nama.


Jadi, jangan puas hanya dengan hadir di dunia maya, kehadiran Anda di dunia nyata yang diwakili kartu nama ternyata juga sama-sama bermanfaat.


Sumber gambar: graphicburger.com
Read More
Thursday, December 18, 2014
 5 Hal yang Harus Diajarkan Pemimpin pada Bawahannya

5 Hal yang Harus Diajarkan Pemimpin pada Bawahannya



menjadi pemimpin tauladan terbaik dicintai pegawai


Menjadi pemimpin di abad ke-21 tidak perlu bersikap otoriter, kaku, dan meremehkan bawahan. Itu semua sudah kuno.

Sebaliknya, Anda harus mulai menyadari bahwa posisi Anda sebagai atasan tidak akan berguna juga tanpa adanya bawahan, yang loyal dan siap berkeringat untuk Anda demi menjaga nama baik perusahaan. Pemimpin harus bisa memosisikan diri sebagai panutan dan guru, apapun tipe kepemimpinan yang Anda miliki.

Ada lima ajaran yang bisa membuat Anda menjadi pemimpin yang layak dihormati, ini dia:


1. Pemahaman Perusahaan Secara Mendalam

Setiap perusahaan punya ideologinya tersendiri, seperti sistematika dalam membuat keputusan, standar operasional kerja, tujuan ke depan, dan metode dalam memimpin. Budaya seperti ini yang harusnya diketahui setiap karyawan, sehingga mereka benar-benar tahu mengapa mereka bisa diterima bekerja di perusahaan tersebut dan bagaimana seharusnya mereka bekerja.

Ketidaktahuan akan hal tersebut yang dimiliki pegawai Anda dapat menghambat perkembangan perusahaan dan karir yang bersangkutan juga. Untuk itu, tularkan ideologi perusahaan pada karyawan Anda, sehingga mereka tidak akan 'tersesat' dan lebih tahu harus berbuat apa di dalam perusahaan mereka sendiri.


2. Bangun Hubungan Vertikal yang Menguntungkan

Hubungan yang Anda jalin selama berada di perusahaan akan berpengaruh pada karir Anda kedepannya. Sebagai atasan, Anda harus menganggap bawahan Anda sebagai orang penting juga, karena ternyata tidak hanya mereka yang membutuhkan 'jasa' Anda untuk lebih sukses.

Nyatanya, Anda juga butuh bawahan untuk mendapatkan kepercayaan dan rekomendasi dari stakeholder ataupun CEO lain yang telah bertaraf nasional hingga internasional, untuk terus melejitkan karir. Di sisi lain, bawahan Anda butuh orang yang bisa mereka percaya dan andalkan dalam perusahaan, sehingga potensi yang mereka miliki dan kontribusi yang telah dihasilkan bisa mengantarkan mereka mencapai titik puncak karir.

Pepatah kuno bilang, kalau ingin wangi, berkumpullah dengan penjual parfum. Hal ini berlaku juga bagi orang yang mau sukses, maka bergaullah bersama orang-orang yang ingin terus maju dan berkembang.


3. Beritahukan Mekanisme Kerja Anda

Hal ini bukan bertujuan untuk menyombongkan diri, tetapi lebih pada kegiatan penyuntikan pemahaman bagaimana pola kerja Anda di kantor. Saat bawahan Anda sudah paham dan mengerti cara Anda menyelesaikan tanggung jawab di perusahaan, mereka pun akan terprogram secara otomatis untuk bekerja sesuai dengan apa yang Anda harapkan dan berada pada jalur yang lebih tepat untuk lebih produktif.

Karena sudah mengetahui mana yang benar, kepercayaan diri mereka akan bertambah dan berdampak positif baik pada lingkup internal perusahaan, maupun pada perkembangan diri mereka sendiri sebagai seorang profesional.


4. Berpikir Merdeka

Saat bawahan Anda tidak bisa bekerja tanpa Anda, berarti ada yang salah dalam metode kepemimpinan yang Anda berlakukan.

Perlunya menanamkan kepercayaan diri dan pemikiran yang teguh adalah agar bawahan Anda bisa mencapai titik potensial mereka dalam bekerja. Bagaimana Anda bisa tahu apa yang bisa bawahan Anda lakukan apabila mereka tidak berpikir, bekerja, dan berpendapat secara natural?

Apabila mereka cuma bekerja berdasarkan perintah Anda dan selalu membutuhkan opini atau persetujuan Anda dalam bertindak, status perusahaan bisa berubah menjadi gawat karena kekurangan inisiator di dalamnya.


5. Berikan Kontribusi

Pemimpin tak cuma harus bisa memimpin, tetapi haruslah bisa mengembangkan pegawainya.

Dengan menerapkan poin pertama hingga keempat, Anda telah berkontribusi aktif terhadap pengembangan moril bawahan Anda dan berhasil mempersiapkan 'orang baru' yang siap memberikan dampak positif sekaligus perbedaan pada sekitar. Gara-gara pemimpin seperti Anda, tempat kerja pun bagaikan sekolah yang bisa mematangkan karakter seseorang.

Ajaran Anda sebagai pemimpin yang mau berkontribusi bagi perkembangan pegawainya ini, niscaya juga akan ditiru oleh pegawai Anda di kesempatan berbeda.


Itu tadi beberapa pelajaran sikap yang baik bagi pemimpin terhadap bawahannya yang dipetik dari forbes.com. Semoga bermanfaat bagi Anda dan kita semua.


Sumber gambar: huffingtonpost.com
Read More
Wednesday, December 17, 2014
8 Trik Simpel untuk Merekatkan Hubungan dengan Klien

8 Trik Simpel untuk Merekatkan Hubungan dengan Klien



cara mendapatkan hati klien, bagaimana agar klien tidak mudah marah dan semena-mena

Klien adalah segalanya bagi desainer atau pekerja kreatif lainnya, maka bahagiakan dan jagalah mereka sekuat tenaga.

Mungkin kalimat di atas terlalu berlebihan, namun ada benarnya juga. Sekarang, apalah artinya pekerja kreatif tanpa klien? Kepada siapa para pekerja kreatif memamerkan kemampuannya untuk kemudian diminati dan dihargai? Menyikapi fakta tersebut, sudah sepantasnya kita menghargai klien.

Lalu, bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan klien sekaligus merekatkannya? Graphicdesignblender.com sudah menyediakan jawabannya untuk Anda:


1. Gunakan Kata 'Kita' daripada 'Anda' atau 'Saya'

Sesaat setelah klien memberikan Anda sebuah proyek dan melangkah meninggalkan ruang kerja Anda, jangan langsung lupakan mereka, tetapi anggaplah mereka sebagai bagian dari tim Anda.

Dalam membina hubungan yang baik dengan klien, Anda dan klien harus hidup dalam satu atmosfer yang sama, di mana tidak ada perbedaan 'derajat' di antara Anda dan klien. Dengan menggunakan kata 'kita' saat berkomunikasi, secara tak langsung, Anda sudah berusaha mendobrak tembok penghalang yang menyekat kedekatan Anda dengan klien. Selain untuk meningkatkan keakraban, metode seperti ini bisa memuluskan proyek yang sedang ditangani bersama juga.


2. Berikan Respon Soal Apapun, Meskipun Terlambat

Klien yang telah meninggalkan setumpuk brief pada Anda biasanya datang menghubungi Anda kembali untuk menyampaikan tambahan atau perubahan minor. Ketika Anda sedang tidak sempat memberikan respon langsung, mengabaikan pesan atau email dari mereka bukanlah langkah yang tepat.

Saat Anda sudah memiliki waktu lengang, segera berikan notifikasi singkat bahwa Anda sudah menerima apa yang klien Anda sampaikan dan segera mengaplikasikannya. Berikan permintaan maaf dan alasan keterlambatan Anda dalam membalas secara singkat pula, agar mereka bisa memaklumi kesibukan Anda.


3. Kenali Sisi Personal Klien Anda

Sentuh sisi personal klien supaya Anda bisa mengikat mereka secara emosional. Tunjukkan cara yang sepele tetapi mampu membuat klien merasa dihargai. Buai mereka seakan-akan merekalah klien nomor satu di dunia dan Anda tak ingin membiarkannya jatuh ke tangan orang lain.

Pernyataan dan pertanyaan sederhana seperti mengucapkan selamat ulang tahun, menanyakan kabar, mencari tahu bagaimana liburan mereka berjalan, dan hal remeh-temeh lainnya bisa membuat klien sulit menggantikan posisi Anda dan tak kuasa meluapkan amarah ataupun meremehkan hasil kerja Anda.

Menguntungkan sekali bagi Anda, bukan?


4. Kabarkan Hari Libur Anda

Banyak sekali kasus di mana klien memberikan proyek pada Anda dengan deadline yang mepet. Parahnya lagi, tenggat waktu tersebut sangat dekat dengan hari libur yang telah Anda rencanakan berminggu-minggu lalu untuk dihabiskan bersama keluarga atau orang terdekat.

Apabila Anda berada dalam situasi seperti ini, hanya ada dua pilihan yang bisa dipilih: antara melepaskan proyek tersebut dan membuat hubungan Anda dengan klien memburuk atau tetap mengambilnya dengan resiko waktu libur Anda terpotong demi pekerjaan.

Situasi seperti ini tidak akan terjadi apabila Anda rajin mengabarkan pada klien setia Anda. Kalau merasa keberatan mengabarkan pada mereka satu persatu, Anda tinggal membuat status di media sosial resmi milik agensi atau studio desain Anda bernanung, yang lebih kurang berisi permintaan maaf untuk libur sementara dan menunda pengerjaan proyek.


5. Jangan Lancang di Depan Klien

Problematika yang kerap muncul antara klien dan desainer adalah terjadinya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Di situasi seperti itu, tensi bukan tak mungkin bisa meninggi dan bisa menghadirkan konfrontasi.

Tugas Anda sebagai desainer adalah tetap tenang dan tidak terpancing. Jangan tunjukkan gestur menunjuk klien Anda di depan wajahnya dan melupakan pemakaian 'kita'.

Saat Anda menyebut klien Anda sebagai 'Anda' dan 'kamu', secara otomatis klien Anda akan membentuk mental defensif. Hal ini tentu tidak baik karena Anda dan klien akan berada pada kubu yang terpisah kembali seperti saat masih sama-sama asing sebelumnya.

Anda dan klien adalah satu tim. Masih ingat, kan?


6. Jangan Bedakan Perlakuan Anda pada Klien dan Stafnya

Mentang-mentang Anda bekerja pada klien yang seorang bos atau petinggi di sebuah perusahaan, tak serta merta Anda boleh semena-mena pada bawahan mereka, termasuk kalau ada desainer in-house di di perusahaan tersebut.

Apabila secara kebetulan klien Anda berhalangan untuk datang menemui Anda dan mendelegasikan tugasnya pada bawahannya di perusahaan, tetap perlakukan mereka layaknya seorang bos dan jangan sekalipun menunjukkan kesan remeh, karena posisi mereka adalah sama-sama sebagai klien Anda.

Bukan tidak mungkin apabila perlakuan dan perkataan negatif Anda pada bawahan klien, dilaporkan pada klien utama Anda dan berdampak pada dicabutnya proyek yang Anda terima. Berhati-hatilah!


7. Lebih Memosisikan Diri sebagai Pendengar 

Meskipun ada klien yang susah memberikan informasi perihal proyek yang mereka ajukan, ada juga klien yang hobi memberikan keterangan tambahan yang Anda butuhkan secara sukarela, walau terkadang, apa yang mereka berikan juga terlalu berlebihan.

Tetapi, jangan langsung memandang jelek klien yang cerewet semacam ini. Hal ini bisa berarti baik karena ia sangat bersemangat dengan proyek yang mereka bawa. Dan semangat dari klien itu yang Anda butuhkan.

Saat klien berbicara, berikan pertanyaan yang sekiranya Anda butuhkan jawabannya untuk menghasilkan identitas desain yang benar-benar sesuai dengan klien Anda secara personal maupun dengan bisnisnya. Posisikan diri Anda lebih sebagai pendengar daripada pembicara di depan mereka. Presentasikan informasi dan pengetahuan yang Anda miliki sejelas dan sepadat mungkin saat dibutuhkan, kemudian jadilah pendengar yang baik kembali.

Saat berhubungan dengan klien, secara tak sadar kita sering memosisikan diri sebagai ahlinya dalam mendesain, tapi bukan itu sikap yang klien harapkan dari Anda.


8. Tersenyumlah saat Anda menerima Telepon dari Klien

Buat klien Anda merasa sebagai makhluk yang paling dinantikan dan bisa mencerahkan hari Anda setiap saat. Untuk mengindikasikan sikap bahagia dari Anda, setiap saat klien Anda menelpon, tersenyumlah. Selain untuk mengatur suasana tubuh Anda agar segera berganti ke positive mood, suara yang Anda hasilkan di telepon akan terlihat lebih menyenangkan dan seakan-akan siap melayani klien Anda.


Dari delapan cara di atas, adakah yang bisa Anda tambahkan untuk memperkuat hubungan dengan klien?


Sumber gambar: platinumstrategies.com
Read More
Tuesday, December 16, 2014
6 Cara Menghemat Pengeluaran Awal untuk Bisnis

6 Cara Menghemat Pengeluaran Awal untuk Bisnis



menekan anggaran bisnis

Apakah Anda ingin berbisnis dengan uang yang seadanya? Di sini akan Anda temukan solusinya.

Menghambur-hamburkan banyak uang untuk memulai bisnis startup, desain, atau sejenisnya, bukanlah sebuah prestasi yang layak dibanggakan. Malah, seharusnya Anda malu karena sebenarnya ada banyak sekali cara agar Anda tidak sampai mengorek dompet Anda lebih dalam.

Dari pada memborong banyak barang dan kebutuhan mahal, simak trik dari graphicdesignblender.com berikut ini agar bisnis Anda bisa tetap berjalan dengan dana mepet:


1. Beli Barang Bekas

Semua perkakas kebutuhan Anda di kantor, mulai dari meja, kursi, lemari, sampai dispenser dan kulkas, sebaiknya dibeli dari tangan pemilik pertama. Hal ini ditujukan agar biaya pengadaan barang bisa ditekan. Anda bisa mulai menjelajahi toko digital di internet atau menanyakan adakah barang yang sekiranya tidak mereka butuhkan lagi pada kerabat terdekat.

Keuntungan lain yang bisa Anda dan tim dapatkan adalah hemat waktu dan tidak menghambat produktivitas. Dengan membeli dispenser, misalnya, Anda tidak perlu lagi pergi ke warung atau kafe terdekat untuk membeli segelas kopi (bagi Anda yang terbiasa melakukannya untuk memancing ide).


2. Jangan Memikirkan Punya Kantor Dulu

Sebelum memutuskan untuk memiliki kantor sendiri, cobalah bekerja dari rumah dan bergantung pada koneksi internet, smartphone, dan laptop. Apabila gaya hidup seperti ini cocok untuk Anda, sepertinya Anda tidak perlu capek-capek pergi ke kantor.

Solusi lain yang bisa Anda jajal adalah bergabung dengan kantor milik bersama. Tren yang sedang marak di kota besar ini mengizinkan beberapa orang atau pihak untuk berbagi infrastruktur dan fasilitas kantor. Dengan biaya sewa yang ramah di kantong, media ini dirasa cocok bagi pelaku usaha baru dan kreatif.

Sebaliknya, jangan tergesa-gesa untuk memutuskan membeli atau menyewa kantor terlalu cepat, apalagi saat bisnis Anda baru berjalan di satu atau dua tahun pertama. Mengingat kestabilan finansial belum bisa begitu stabil di tahun tersebut, tak ada salahnya mencoba hidup sederhana dulu.


3. Cari Pegawai Saat Benar-Benar Membutuhkannya Saja

Jangan ragu untuk menarik orang terbaik di bidang yang Anda butuhkan, meskipun pekerjaan itu hanya memakan waktu sekitar tiga atau empat jam untuk diselesaikan. Gandeng saja copywriter, konsultan bisnis, fotografer, atau pihak lain yang sekiranya kemampuannya Anda butuhkan.

Untuk menekan biaya awal, Anda bisa mengajak mereka berkolaborasi dengan sistem freelance atau dengan membayar mereka per projek atau per durasi tertentu. Cara ini memperbolehkan Anda untuk berhemat sekaligus menyelesaikan pekerjaan Anda dengan mudah dan cepat.


4. Manfaatkan Talenta dari Luar

Berkat internet, dunia jadi lebih sempit. Sekarang Anda tidak melulu harus bekerja dengan orang-orang terdekat, tetapi juga bisa dengan orang di luar kota, pulau, bahkan benua. Asyiknya memanfaatkan talenta dari luar negeri adalah karena bakat mereka memang luar biasa dan patut dihargai.

Pada dasarnya, banyak klien dari luar negeri yang suka meminta bantuan desainer Indonesia, seperti apa yang sudah kami lakukan lewat 99designs.com, misalnya. Tapi, tak selamanya juga kita tak harus 'diperbudak'.

Misalnya, Anda bisa meminta bantuan dari fotografer dari luar negeri untuk mendapatkan jepretan asli, terbaru, dan memiliki nilai seni apabila diminta oleh klien. Selain memudahkan Anda, karena tidak perlu jauh-jauh ke sana, hal ini juga bisa digunakan untuk melebarkan koneksi.


5. Kurangi Rapat, karena Waktu adalah Uang

Menggerakkan rekan atau mitra kerja menuju ruang rapat tak selalu mudah. Prosesi jalannya rapat pun kerap berjalan membosankan. Belum lagi ada biaya konsumsi dan lain-lain untuk dikeluarkan demi menjamu mereka. Jadi, demi efisiensi bisnis Anda, hindari rapat sebisa mungkin.

Sebagai alternatif, Anda bisa melakukan brief ringan melalui email atau chatting group.


6. Pakai Software Gratisan Atau Patungan Beli yang Asli 

Mungkin hal ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia karena kita lebih suka mendapatkan versi software bajakan daripada aslinya.

Namun, berhati-hatilah karena operasi keaslian software yang selama ini berdengung bukanlah rumor semata. Daripada harus membayar denda yang tidak sedikit plus menebus barang sitaan, ada baiknya apabila Anda membeli perangkat lunak tersebut dengan cara patungan.

Atau, Anda bisa memakai aplikasi gratisan dan menjadi beta-tester saja. Tetapi, Anda harus mengetahui dulu apa kebutuhan Anda, mengingat kemampuan open source software memang tidak sekuat software berbayar.


Saat Anda belum memiliki keuangan yang solid untuk membangun bisnis startup, desain, atau yang lain, silakan manfaatkan trik di atas. Selain itu, Anda juga harus pintar-pintar mengolah uang, jangan sampai cash flow bisnis Anda terhambat. Semoga bermanfaat.


Sumber gambar: advanced-building.org
Read More
Sunday, December 14, 2014
Saat Tom DeLonge Mengubah Wajah Bisnis Musik

Saat Tom DeLonge Mengubah Wajah Bisnis Musik



kabar terbaru tom delonge blink 182 angels and airwaves

Lama tak terdengar gaungnya, personel Blink 182 dan Angels and Airwaves, Tom DeLonge, ternyata sedang menjalankan misinya untuk mengubah industri musik menjadi 'ladang emas' yang bisa dinikmati semua musisi.

Tom ternyata punya kegiatan lain di luar kesibukannya bermusik, meskipun juga tak jauh-jauh dari dunia musik. Gitaris yang katanya juga bisa memainkan terompet ini sedang serius menjalankan bisnis startup miliknya, bernama Modlife. Nama-nama tenar seperti Kanye West, Pearl Jam, dan Taking Back Sunday telah menikmati langsung 'khasiat' ide kreatif Tom itu.

Alasan yang melatarbelakangi Tom untuk membuat platform perangkat lunak semacam Modlife ialah karena ia telah menyadari ada rantai yang hilang di antara penikmat musik dan musisi.

Sebagai seorang penggemar band tertentu, misalnya, ada banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi gejolak fanatisme dalam diri, seperti membeli tiket konser, album, merchandise, dan lain-lain. Di posisi yang lain, musisi atau band ternyata juga mengalami kesulitan untuk memenuhi hasrat penikmat setianya. Hal ini pun berdampak pada berkurangnya penghasilan yang seharusnya mereka dapatkan karena disebabkan banyak hal, mulai dari pembajakan sampai susahnya karya mereka dijangkau pembeli karena keterbatasan ruang dan waktu.

Mencermati masalah itu, Tom pun mengintegrasikan semua kebutuhan kedua belah pihak dengan Modlife, web software yang memudahkan proses penjualan kreasi musisi, baik yang digital (seperti album iTunes) maupun yang nyata (contohnya tiket konser). Sudah mulai aktif sejak 2007, Modlife kini semakin mendunia.

"Kami menambah pendapatan dari band dengan menyediakan sebuah alat untuk mengatur bermacam-macam elemen dari bisnis mereka," fastcompany.com mengutip Tom.


modlife review startup
Tampilan laman utama Modlife


Modlife sekarang juga mencoba menjadi fasilitator yang baik bagi para musisi yang belum atau tidak ingin berlabel mayor. Selain karena metode Modlife untuk menyejahterakan musisi memang sangat menggoda, yaitu dengan pembagian hasil yang sepadan, musisi juga serasa lebih dekat dengan penggemarnya karena bisa menjual karyanya langsung pada mereka. Bagi musisi yang sudah berlabel mayor pun, Modlife juga bisa digunakan untuk menambah pendapatan mereka tanpa ada campur tangan sedikitpun label.

Dengan cara seperti ini, Modlife tentu berharap bisa membangun kepercayaan dan keinginan untuk berkarya lebih dengan musisi di seluruh dunia.

Tom DeLonge adalah orang yang yakin bahwa seni (terutama musik) suatu saat akan pantas dinilai tinggi. Tak heran apabila ia berani menginvestasikan setumpuk Dollarnya untuk bisnis startup ini. Selain musisi, Tom sebenarnya sudah lama dikenal juga sebagai entrepreneur. LoserKids.com, yang telah berdiri sejak 1999, hanyalah salah satu bukti kepiawaiannya dalam berbisnis.


Sumber gambar: tenhomaisdiscosqueamigos.com
Read More
Friday, December 12, 2014
4 Cara Mudah Menarik Investor

4 Cara Mudah Menarik Investor



trik mudah menarik investor

Saat sebuah bisnis ingin berekspansi, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah mendatangkan investor. Tapi, tahukah Anda faktor apa saja yang membuat investor tertarik pada sebuah bisnis?

Entrepreneur gampang tidak sabaran untuk menceritakan ide bisnis miliknya pada investor. Antusiasme yang tinggi dari para pelaku bisnis ini memang lumrah, apalagi bagi mereka yang ingin melejitkan bisnisnya.

Memang benar jika suntikan moral dan materil investor dapat mempengaruhi kekuatan sebuah bisnis di masa yang akan datang. Namun, kunci untuk menarik investor sebenarnya bukan dari keunikan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Menelisik artikel dari businessnewsdaily.com, justru karena konsumen, cara memanfaatkan masalah, strategi saat mengalami kesulitan, serta Anda sendirilah yang bisa mendatangkan investor.

Inilah empat hal terpenting yang harus diperhatikan untuk menarik investor:


1. Melakukan Apa Saja Demi Kebaikan Konsumen 

Ada sebuah trik yang bisa Anda praktekkan saat mempresentasikan bisnis Anda pada investor, yaitu ceritakan mengapa dan bagaimana bisa konsumen membutuhkan (bahkan mengistimewakan) produk atau jasa Anda.

Kebanyakan, investor tidak terlalu mengambil pusing terkait apa yang Anda jual. Yang terpenting bagi mereka adalah apa dampak bisnis Anda bagi konsumen. Pastikan bahwa konsumen benar-benar menginginkan sesuatu dari bisnis Anda dan bukan sekedar tertarik sesaat. Saat Anda sudah berhasil memberi kebaikan dan keuntungan pada konsumen, eksistensi bisnis Anda akan tervalidasi dengan sendirinya.


2. Bisa Melahirkan Keuntungan dari Masalah

Prioritasi konsumen ialah ideologi yang hampir berlaku di semua industri. Dan memang itu yang dicari investor dari bisnis Anda. Untuk itu, penting untuk investor ketahui apakah produk atau jasa yang Anda hasilkan bisa menjadi solusi masalah yang diderita konsumen sekarang dan mendatang.

Bisnis Anda seharusnya terfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen sekaligus memudahkan pekerjaan atau tugas tertentu yang ingin diselesaikan konsumen.


3. Exit Strategy itu Penting

Trik lain yang bisa Anda praktekkan saat memaparkan bisnis Anda di depan investor ialah dengan meyakinkan mereka bahwa bisnis Anda akan menarik perusahaan besar untuk mengakuisisinya.

Kalau nantinya ide bisnis Anda ternyata tidak diakuisisi, tetapi malah dicuri, penting juga untuk menceritakan cara Anda melindungi ide dari kompetitor. Apakah nantinya Anda akan membiarkannya dicuri begitu saja, tetap ngotot menjalankan ide yang dicuri tersebut, atau melakukan hal lainnya, bisa menjadi pertimbangan mereka untuk berinvestasi.

Contoh studi kasus di atas mengacu pada exit strategy, yang artinya strategi untuk keluar. Strategi ini penting untuk dimiliki tiap bisnis untuk mengetahui kapan harus berhenti dan mencari 'pintu masuk' lainnya.


4. Munculkan Etos Kerja dalam Diri Anda dan Tim

Investor juga memperhatikan Anda. Untuk itu, munculkan karakter Anda dan rekan setim yang selalu antusias dan ingin berjuang keras.

Investor pada dasarnya tidak hanya menitipkan uangnya pada bisnis, tetapi mereka ingin juga berhubungan dengan Anda sebagai teman, dewan pembimbing, atau 'pimpinan' Anda. Mereka pastinya tidak ingin salah menentukan mitra, karena akan berpengaruh buruk pada masa depan mereka sendiri. Maka dari itu, yakinkan mereka bahwa Anda dan tim adalah mitra yang tepat.

Sikap, komitmen, dan hasrat Anda dalam berbisnis tentu saja lebih penting dari segalanya, karena produk atau jasa bisnis Anda tidak akan ada tanpa Anda. Sebagai tambahan, apabila Anda memiliki aura karismatik sebagai pemimpin, tentu saja akan menjadi nilai tambah di mata investor.


Itulah beberapa trik untuk membuat investor tertarik berinvestasi pada bisnis Anda. Apakah Anda punya trik jitu lainnya? Silakan bagikan di kolom komentar.


Sumber gambar: kalbe.co.id
Read More
Tuesday, December 9, 2014
4 Alasan Mengapa Liburan Adalah Waktu Terbaik untuk Mencari Pekerjaan

4 Alasan Mengapa Liburan Adalah Waktu Terbaik untuk Mencari Pekerjaan



lowongan pekerjaan desainer grafis malang


Berkat artikel ini, Anda tidak perlu lagi menunggu musim liburan berakhir untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Tidak seperti pendapat orang kebanyakan, yang mengatakan bahwa perusahaan suka 'berhibernasi' saat libur tiba, sebenarnya semua prosedural perusahaan tetap berjalan lancar, termasuk dalam hal perekrutan pegawai. Malah, musim liburan seperti di bulan Desember menjadi adalah waktu yang sangat baik untuk berburu pekerjaan.

Inilah empat alasan yang disaring fastcompany.com perihal alasan logis mengapa Anda tidak boleh surut semangat untuk mencari pekerjaan saat liburan:


1. Orang-Orang Sedang Good Mood

Liburan penuh dengan kebahagiaan, dengan rangkaian pesta, kado, makanan, dan sebagainya. Bukan sesuatu yang mengherankan apabila liburan membuat aura banyak orang bersinar cerah.

Semangat yang terpelihara ini, percaya tidak percaya, akan melapangkan jalan Anda saat melamar pekerjaan. Apalagi setelah pegawai yang punya wewenang untuk menyeleksi dan mewawancarai calon pegawai baru menerima bonus dari bosnya, niscaya ruangan yang Anda diami untuk menjalani tes menjadi tak seangker yang Anda bayangkan.

Alasannya sederhana, perasaan rileks dan nyaman dari mereka tentu akan menular pada Anda.


2. Pesaing Lebih Sedikit

Banyak yang masih berpikir konvensional dengan memulai sesuatu dari tanggal satu dan bulan satu agar lebih resmi dan pas, rasanya. Nah, saat pemikiran serupa sudah terlalu marak, Anda bisa memanfaatkan hal ini sebagai peluang emas.

Dengan banyaknya orang yang lebih memilih untuk menghabiskan liburan dengan membahagiakan diri sendiri, kompetisi Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang sedang lowong akan melonggar.

Seringkali, banyak pegawai yang berencana secara tiba-tiba untuk mencari pekerjaan lain pasca musim libur habis, entah karena bonus yang mereka terima sebelumnya kurang memuaskan atau apa. Hal ini pun menyebabkan pelamar kerja membludak setelahnya, padahal jumlah kesempatan kerja belum tentu bertambah dengan signifikan.


3. Incar Perusahaan yang Menunda Perekrutan Pegawai

Bagi perusahaan, menambah pegawai baru artinya menambah beban pengeluaran baru pula. Maka dari itu, tidak semua korporasi bersemangat mencari amunisi baru untuk memperkuat timnya. Tapi saat kebutuhan sudah mulai mendesak, mereka pun cenderung tidak memasang kriteria yang terlalu tinggi.

Momen seperti ini kerap terjadi di akhir tahun, mengingat mereka perlu memperbaiki misi yang mereka jalankan selama ini demi mencapai visi perusahaan.


4. Decision Maker Perusahaan Sedang Santai

Bapak dan ibu yang kebetulan memegang jabatan penting di perusahaan tentu sehari-harinya disibukkan dengan rapat, kajian lapangan, sidak, dan kepentingan lain yang mengharuskan mereka jarang mendiami kantor.

Mendekati musim liburan, ada kecenderungan mereka menunda urusan tersebut agar bisa menikmati waktu bersama keluarga. Akhirnya, mereka pun kerap dilibatkan dalam proses pencarian talenta terbaik untuk perusahaannya. Maka jangan pasang muka keheranan apabila Anda dites langsung oleh petinggi perusahaan.

Saat Anda ditangani langsung oleh 'ahlinya' seperti itu, keputusan jadi lebih cepat diambil karena mereka lah yang memang kompeten di bidangnya dan mengetahui lebih pasti apakah potensi Anda yang sedang dicari perusahaan.


Intinya, apabila Anda ingin mendapatkan pekerjaan, terus cari! Jangan keburu wisata dulu. Tidak mau merasa merugi gara-gara berleha-leha terus di tanggal merah, kan?


Sumber gambar: enterpriseschools.net
Read More
Lama Masa Bakti Teraman untuk 'Resign'

Lama Masa Bakti Teraman untuk 'Resign'



waktu yang pas untuk keluar resign mencari pekerjaan baru


Beberapa orang takut keluar dari tempatnya bekerja karena akan dicap buruk, seperti kutu loncat, tidak kompeten, sampai pengkhianat.

Padahal pandangan-pandangan negatif seperti itu bisa dihindari apabila mereka resign di momen yang tepat.

Meskipun topik ini sifatnya relatif karena tergantung dari bidang pekerjaan yang digeluti dan sarat akan subjektivitas Anda, tetapi masih ada satu titik temu yang bisa membuat kita sepakat. Saat Anda tidak bisa belajar lebih banyak dan tidak bisa mengembangkan karir lebih jauh lagi, lebih baik Anda memutuskan untuk mengundurkan diri.

Seperti informasi yang didapat dari mashable.com, ada jangka waktu yang sebaiknya Anda cermati sebelum mulai menulis surat pengunduran diri untuk tempat Anda bekerja.

Kalau Anda ingin keluar dari pekerjaan Anda sebelum menginjak bulan kedelapan dan mendapatkan pekerjaan yang baru, resiko yang akan Anda hadapi cukup tinggi, kecuali ada alasan dari perusahaan itu sendiri yang memaksa Anda untuk berhenti. Keluar sebelum melewati delapan bulan pertama seperti mengindikasikan Anda gagal memenuhi standar minimum kebutuhan korporasi tersebut.

Sedangkan 18 bulan atau 1,5 tahun adalah durasi yang sekiranya pas apabila Anda memutuskan untuk meletakkan jabatan Anda. Setidaknya, hal ini mengisyaratkan Anda bisa survive di tahun pertama plus beberapa bulan setelahnya. Anda pun kemungkinan besar sudah melewati tahapan evaluasi perusahaan dan rapor Anda masih bisa dibilang baik, sehingga layak untuk dipertahankan.

Ingin tahu rasanya dihujani apresiasi yang lebat saat keluar dari tempat Anda bekerja? Setidaknya, Anda harus sudah memulai hiruk-pikuk di tempat tersebut selama empat tahun (48 bulan) sebelum resign. Dalam jangka waktu selama itu, ada kemungkinan Anda sudah berhasil mendapatkan titel yang tidak lagi murahan dan jasa Anda bagi perusahaan pun telah ketara.

Sebaliknya, apabila selama empat tahunan itu Anda belum sampai di tanjakan karir, Anda punya sisa waktu maksimal dua tahun untuk tinggal. Saat pengabdian Anda pada perusahaan sudah berumur enam tahun (72 bulan) dan belum ada pencapaian berarti, ini waktu yang tepat bagi Anda untuk mengundurkan diri. Kecuali Anda bukan orang yang ambisius dan kurang menyukai tantangan.


Begitulah sedikit pandangan perihal momen terbaik untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Semoga bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan dan tak patah semangat mendapatkan karir yang lebih menjanjikan, meskipun saat liburan.


Sumber gambar: blog.jobs24.co.uk
Read More
Monday, December 8, 2014
8 Kesalahan Fatal Marketing di Media Sosial

8 Kesalahan Fatal Marketing di Media Sosial


marketing mistake failure for entrepreneur and startup

Langkah saat berpromosi yang lalai seperti di bawah ini bisa membawa bisnis Anda pada kecelakaan mengerikan!

Proses pemasaran dan pengembangan bisnis rentan dengan terjadinya kecerobohan. Kecerobohan ini pun punya klasifikasi masing-masing, mulai dari kecerobohan kecil hingga yang skalanya mampu menghancurkan bisnis Anda.

Untuk menghindari kesalahan dan menderita kerugian, simak petuah dari mashable.com berikut:


1. Salah Memanfaatkan Hashtag 

Terlalu banyak perusahaan yang memakai hashtag secara berlebihan di media sosial. Ironisnya, kesalahan seperti ini pun dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar dan terkenal.

Memang gunanya hashtag adalah memudahkan pencarian dan pengarsipan konten di media sosial, namun jika penggunaannya salah malah mengganggu.

Daripada memajang banyak hashtag yang terlalu pasaran dan kurang spesifik, lebih baik buat dan pakailah sebuah hashtag yang belum pernah dipakai oleh siapapun, sehingga metode pemasaran Anda di media sosial akan lebih strategis dan tepat sasaran.


2. Tidak Klik dengan Konsumen

Adalah hal yang lucu apabila sebuah perusahaan rajin memperbarui status atau info terbaru terkait perusahaan itu sendiri, tetapi tidak pernah merespon komentar user lain yang butuh informasi itu lebih dalam.

Analogi sederhananya, apabila Anda punya waktu untuk menuliskan beberapa kata di media sosial, tentu Anda juga punya waktu untuk merespon pertanyaan atau kritik dan saran dari mereka. Bukankah begitu?

Karena inti dari adanya media sosial adalah kemudahan akses informasi, maka sediakan konsumen Anda informasi secepat dan seakurat mungkin.


3. Membeli Followers Palsu untuk Meningkatkan Kredibilitas

Tujuan bisnis Anda terjun di media sosial untuk menjaring kepercayaan pelanggan, bukan?

Tapi, kemudian Anda berpikir, "bagaimana bisa bisnis Anda terlihat berintegritas kalau followers masih minim (bahkan nol)?"

Percayalah, solusi dari pertanyaan di atas bukanlah dengan membeli followers palsu (atau yang sering juga disebut bot itu). Malah, hal ini bisa menjadi blunder bagi bisnis Anda ke depannya. Kredibilitas Anda akan terancam saat followers real Anda mengetahui perbuatan curang Anda atau saat tiba-tiba platform media sosial tersebut berhasil menjaring dan memusnahkan fake followers itu.


4. Sesuaikan Dengan Target Konsumen

Pernah melihat akun media sosial yang mencoba merangkul muda-mudi tetapi dalam cara berinteraksinya masih menggunakan gaya bahasa yang terlalu formal? Atau mungkin sebaliknya, perusahaan besar yang ingin terlihat berintegritas namun gaya bahasanya masih norak atau alay?

Saat Anda terjun di media sosial, penting sekali untuk menyediakan semua hal yang dibutuhkan oleh target konsumen Anda. Hal ini perlu Anda lakukan karena di mata khalayak, bisnis Anda tak ubahnya makhluk asing. Tujuannya pun, tidak lain dan tidak bukan, adalah agar bisnis Anda bisa masuk pada 'dunia' mereka.

Mungkin, Anda juga perlu memperhatikan demografi teraktual di lingkungan bisnis dan konsumen potensial Anda hidup, sehingga strategi pemasaran Anda lebih sesuai dan bisa diterima.


5. Ingin Tenar Dalam Sekejap

Jumlah followers, traffic, dan video views tidak akan muncul dengan sendirinya. Semua itu lahir berkat akumulasi konten yang bermutu dan promosi yang tepat pada target pelanggan.

Jadi, menunggu agar bisnis Anda dikenal di dunia maya cuma dengan memiliki akun di banyak platform, tidak akan menjamin bisnis Anda bisa 'mendunia'. Pastikan orang-orang waspada akan kehadiran Anda dan bisnis Anda terlebih dahulu, baru bisnis Anda bisa 'go viral'.


6. Meminta Bantuan Pihak Ketiga

Tarif untuk menebus jasa pihak ketiga, seperti firma PR (Public Relation), seringkali belum terjangkau oleh startup dan bisnis yang baru menggeliat. Lebih baik alokasikan dana itu untuk kepentingan lain bisnis Anda.

Mengingat sekarang ada banyak cara untuk mengangkat nama perusahaan melalui media sosial, menggandeng firma PR bukan satu-satunya cara. Anda bisa melakukan cara lain yang lebih masuk akal dan dompet, seperti berpartisipasi aktif dalam komunitas lokal dan bekerjasama dengan startup atau bisnis lain yang sevisi dan semisi dengan Anda.


7. Terlalu Takut Ditiru oleh Kompetitor

Apabila Anda baru memulai bisnis dengan ide unik, jangan keburu takut kreativitas Anda akan dicuri.

Memang, menjadi 'anak baru' di rimba bisnis memang tak mudah. Sekali saja salah dalam mengambil keputusan, kompetitor siap menjegal. Pun saat punya inovasi brilian, kompetitor juga tak segan akan menduplikasinya.

Singkirkan dulu ketakutan itu. Yang penting Anda tetap serius dan fokus menjalankan bisnis Anda, sambil berorientasi pada pemuasan konsumen Anda.


8. Pasang Iklan di Facebook 

Meskipun memasang iklan di Facebook sangat memudahkan bisnis Anda dikenali oleh banyak individu di beragam tempat, teknik promosi ini, sayangnya, tidak selalu cocok bagi semua bisnis.

Kalau Anda mau rugi dan susah sedikit saja, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan daripada sekedar memasang iklan di Facebook. Caranya, coba pasang beberapa iklan di bermacam media selama seminggu berturut-turut. Dalam rangkaian tujuh hari tersebut, ukurlah media mana yang paling pas sebagai media promosi bisnis Anda. Saat sudah menemukan media yang paling pas, Anda tinggal berkonsentrasi menuangkan inovasi di sana saja. Cara seperti ini dipercaya lebih memudahkan proses branding bisnis Anda.

Lebih menguntungkan, bukan?


Masih banyak cara kok agar uang Anda yang diperuntukkan untuk marketing berguna sepenuhnya. Setuju?


Sumber gambar: rocketpost.com
Read More
Wednesday, December 3, 2014
Strategi Marketing Victoria's Secret: Pasang Taylor Swift!

Strategi Marketing Victoria's Secret: Pasang Taylor Swift!



victoria's angels 2014 review

Meskipun sudah punya banyak model cantik nan menarik, Victoria's Angel merasa kurang tanpa Taylor Swift. Mengapa?

Ada yang berbeda di pagelaran Victoria’s Secret Fashion Show tahun ini. Meskipun tetap ada sekumpulan model cantik yang berjalan di atas catwalk seperti biasa, produsen lingerie terkenal di dunia itu tetap menggandeng diva lain, Taylor Swift.

Ini adalah kali kedua berturut-turut di mana Taylor Swift dipercaya mengiringi lenggak-lenggok model Victoria's Secret dengan lagu-lagunya. Kebetulan, kali ini Swift membawakan dua lagu: Style dan Blank Space.

Alasan Victoria's Secret melakukan strategi ini dipercaya untuk meningkatkan penjualan mereka dengan menarik penggemar fanatik Taylor Swift. Seperti yang kita ketahui bersama, diva pop kelahiran 13 Desember 1989 ini sangat digemari remaja dan perempuan yang tak hanya berasal dari Amerika, tetapi juga di banyak belahan dunia.

Hal yang menggiurkan tentunya bagi Victoria's Secret untuk mengekspansi pasarnya.


Sumber gambar: 987ampradio.cbslocal.com
Read More
Friday, November 28, 2014
9 Klien Paling 'Menyeramkan'

9 Klien Paling 'Menyeramkan'



Klien dan desainer adalah dua entitas yang tak bisa dipisahkan. Tapi ada kalanya simbiosis mutualisme di antara keduanya berubah menjadi malapetaka.

Dari banyak klien di dunia ini, pasti sesekali Anda akan menemukan klien yang membuat Anda merugi. Jika dilihat dari kacamata bisnis, tentu hal ini masih tergolong wajar. Tetapi kalau bisa dihindari terlebih dahulu, mengapa Anda harus mengalaminya?

Untuk mengurangi kemungkinan bekerja dengan klien yang menyeramkan, Anda bisa melakukan sedikit riset tentang siapa klien Anda tersebut dan mempercayai insting atau firasat Anda ketika ada gerak-gerik mencurigakan dari klien itu.

Apabila Anda penasaran siapa saja klien yang sekiranya perlu Anda hindari, silakan cermati pengamatan dari webdesignerdepot.com berikut ini:


1. The Reluctant Client (Klien yang Terpaksa)

adab dan tata cara menjadi klien

Pada dasarnya, klien ini belum paham betul manfaat dan guna desain bagi kepentingan bisnis maupun personalnya. Satu-satunya alasan terkuat mereka menghhubungi Anda adalah karena kebutuhan mereka yang memaksa, contohnya klien yang butuh logo bisnis sebagai syarat untuk menarik investor.

Maka dari itu, mereka terkesan malas berhubungan dengan Anda.

Karena berawal dari keterpaksaan, jangan heran apabila mereka sering meremehkan ide Anda, tidak kooperatif saat berkomunikasi, dan berantusias rendah dalam proses pengerjaan proyek mereka sendiri.


2. The False Client (Klien Pemberi Harapan Palsu)

tips menghadapi klien yang

Ada lagi klien yang punya kepercayaan diri yang terlampau tinggi, tetapi realisasi dan usahanya sendiri juga belum pasti.

Klien seperti ini cenderung memanfaatkan Anda, biasanya, untuk memenangkan lelang proyek (tender) dari perusahaan. Nantinya, klien ini akan melibatkan Anda dalam setiap langkah yang diambil untuk suksesnya proyek fiktif yang mereka bawa, mulai dari proses konsultasi hingga eksekusi akhir. Perjanjian pembayarannya pun belum jelas.

Biasanya mereka menyepakati untuk memberikan hak Anda saat proyek tersebut berhasil tembus.

Setelah Anda memberikan semua yang mereka minta namun proyek tersebut ternyata tidak memuaskan direksi perusahaan, habislah sudah harapan Anda menerima upah dan membina hubungan baik dengan klien ini.


3. The Hidden Client (Klien yang Tersembunyi)

macam dan jenis klien

The Hidden Client berakting layaknya makelar; ia hanyalah seseorang yang bertugas atau menugaskan diri untuk menjembatani Anda dengan klien yang sesungguhnya.

Pastikan Anda tahu siapa klien yang sebenarnya, karena klien bergelar 'the middleman' ini cenderung menyimpan beberapa misteri dari Anda, seperti nominal kontrak. Kalau Anda tidak sampai tuntas menyelidiki siapa 'dalang' asli yang mempekerjakan Anda, bersiaplah untuk bekerja lebih keras karena Anda seperti sedang bekerja bersama dua klien dalam sebuah proyek. Feedback dan revisi yang Anda terima pun belum tentu datang dari klien yang sesungguhnya, bisa-bisa klien asli dan makelar tadi memiliki pandangan yang berbeda dengan desain Anda.

Saat bekerja bersama seorang 'makelar' semacam ini, berhati-hatilah menerima dan mengeksekusi setiap keputusan dan saran, agar tidak ada pekerjaan Anda yang sia-sia.


4. The Helicopter (Klien Pemantau)

tips mencari klien

Sebagai seorang desainer grafis, bekerja dalam pantauan klien secara langsung memang hal yang wajar. Obrolan atau celetukan iseng yang asyik nan cair pun kadang timbul saat Anda bekerja di samping klien. Tetapi, keadaan bisa memburuk saat klien yang ada di sebelah Anda adalah The Helicopter.

Klien seperti ini seakan hidup dalam dua persepsi, antara terlalu antusias sampai-sampai tak sabar menunggu proyek yang Anda kerjakan rampung atau malah meragukan kemampuan Anda sebagai desainer. Tetapi, The Helicopter cenderung memosisikan diri sebagai antagonis yang suka meremehkan Anda.

Desainer grafis manapun tentu tak nyaman mendesain dalam situasi seperti ini. Di tengah keraguan klien ini terhadap Anda, mereka juga kerap mendikte cara Anda bekerja. Parahnya, saat desain akhir tidak sesuai harapan, mereka akan menyalahkan Anda karena tidak mampu menerjemahkan maksud mereka dengan baik.

Serba salah begini jadinya.


5. The Broke Client (Klien dengan Kantong Kosong)

cara menjadi klien yang baik

Pastikan Anda mendapatkan hak yang sesuai perjanjian di akhir proyek Anda, seburuk apapun kondisi keuangan yang diderita klien Anda. Anda bisa saja melibatkan nurani dan ingin memberikan keringanan pada klien, tetapi hal semacam ini hanya akan merusak derajat desainer di mata klien.

Kalimat "Anda akan dibayar kok, saat saya sudah punya uang nanti" adalah kalimat yang lazim keluar dari mulut klien ini. Secara kasat, The Broke Client mirip dengan The False Client, karena klien macam ini tidak memberikan gambaran hak yang jelas pada Anda. Bedanya, The Broke Client punya rencana untuk membayar jasa desain Anda, tetapi memang uangnya belum ada.

Jadi, sudahkah Anda bisa menebak kerumitan bekerjasama dengan The Broke Client?

Untuk menghindari kejadian yang tidak menyenangkan perihal pembayaran, berlakukan beberapa sistem pembayaran yang bisa disepakati bersama.


6. The Weasel (Klien yang Licik)

cara menipu klien

Klien seperti ini licik seperti rubah. Ia pun berusaha mencari siasat agar bisa membayar jasa Anda dengan lebih murah. Mereka sebenarnya mampu melunasi hak Anda, namun mereka ingin merasa hebat dengan bisa mempecundangi Anda.

Saat ada klien yang mencoba mengubah nominal kontrak yang sudah disepakati bersama, Anda punya hak untuk menentang sampai menghentikan jalannya proyek. Juga, lindungi desain Anda sebelum menerima pembayaran penuh sebelum Anda memakan akal-akalan The Weasel.


7. The Entrepreneur (Klien dari Kalangan Pengusaha)

modus untuk menipu desainer

Perlu Anda ketahui, tidak semua pelaku usaha mapan dan matang. Ada juga yang belum merdeka secara finansial dan ideologi, sehingga mereka berubah menjadi orang yang mengesalkan saat bekerjasama dengan Anda.

Yang paling sering terjadi adalah tertundanya pembayaran, ketidakjelasan karakter bisnis yang mereka jalani, dan proyek yang terlalu banyak dengan deadline yang mendesak.

Klien seperti ini perlu banyak bimbingan dari Anda, jadi bersabarlah apabila tidak ingin meninggalkannya.


8. The ‘Buddy’ (Klien yang 'Bersahabat)

menuntut hak dari klien

Jangan tertipu pada klien seperti ini, meskipun dari luar ia terlihat ramah. Sangat ramah, malah.

Modus The Buddy sangat rapi. Ia akan secepat mungkin memosisikan dirinya sebagai sahabat baru Anda; mereka bakal mentraktir Anda nongkrong di kafe, rajin menyapa di media sosial, hingga mengirimkan hadiah atau kado ke rumah di hari spesial Anda.

Mengapa mereka mau melakukan hal-hal di atas? The Buddy sebenarnya ialah tipe klien yang menyeramkan nan cerdik, karena mereka akan memainkan sisi emosional Anda. Dengan menerima perlakuan menyenangkan seperti itu, mereka berharap Anda akan mengurangi tarif jasa desain Anda.

Boleh-boleh saja apabila Anda menerima ajakan klien yang 'bersahabat' ini, tetapi jangan sampai sisi emosional Anda mempengaruhi kelangsungan bisnis Anda.


9. The Client from Hell (Klien 'dari Neraka')

klien harus dihindari

Klien ini adalah seseram-seramnya klien. Tak jarang, mereka juga mewarisi lebih dari satu sifat klien menyeramkan di atas. Perlakuan dan permintaan mereka bagaikan siksaan di Neraka, misalnya:
- Mengganti brief dan kontrak seenaknya sendiri;
- Diam-diam kabur ke desainer lain tanpa memberikan kabar apapun;
- Memajukan deadline secara konstan;
- Kabur dari kewajiban untuk membayar Anda, dan lain-lain.

Apabila Anda sudah mengendus indikasi klien Anda 'datang dari Neraka', segeralah hengkang dan menjauh darinya selagi bisa.


Sekarang, setelah Anda mengenali beragam klien yang menyeramkan, giliran Anda yang mengevaluasi diri sendiri. Barangkali, sikap klien yang mengesalkan di atas bagi Anda juga gara-gara Anda yang tidak tepat memosisikan diri sebagai desainer.

Nah, ketika Anda sudah memiliki klien yang membuat Anda nyaman dan kooperatif, bersyukurlah dan jangan sampai mereka lepas ke tangan desainer lain.

Apakah Anda punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan klien? Bagikan saja cerita Anda ke kami di kolom komentar.
Read More
Thursday, November 27, 2014
3 'Bencana' Mengerikan Saat Mendesain

3 'Bencana' Mengerikan Saat Mendesain



kesalahan saat mendesain, klien rese

Mendapatkan proyek mendesain logo memang menyenangkan, tetapi proses pengerjaannya tak selalu begitu.

Selalu ada saja pengalaman yang tidak menyenangkan saat kita mendesain. Meskipun banyak yang sudah menceritakannya melalui internet atau mungkin Anda dengar langsung dari rekan desainer lain, namun ada saja 'bencana' yang datang tak terduga menghampiri kita.

Beberapa 'bencana' yang kerap datang dan membuat kita menderita tersebut antara lain berbentuk:


1. Bertemu Klien yang Rewel

Desainer, dalam situasi lain, bisa saja dijuluki 'pawang klien'. Meskipun harus patuh pada kesepakatan yang dibangun bersama klien, desainer juga harus bisa mengendalikan klien yang tiba-tiba menjadi 'liar'. Biasanya, ada saja klien yang mudah goyah pendiriannya, akhirnya proyek yang Anda kerjakan bersama dan diharapkan berakhir bahagia, bisa berubah menjadi petaka.

Semuanya kembali pada sesolid apa brief awal dari klien. Kalau brief saja masih samar, jangan heran ketika Anda mendapatkan feedback dari klien yang berisi nada-nada ketidakpuasan atas pekerjaan Anda. Hal itu dikarenakan si klien itu sendiri masih bingung tentang apa yang mereka sendiri sedang cari.

Untuk mengatasinya, sedari awal Anda harus menegaskan posisi Anda sebagai desainer. Berkomunikasi memang perlu, menerima feedback juga wajib hukumnya Anda lakukan, tapi batasi hal tersebut, semisal Anda hanya menerima tiga kali revisi dalam tiap proyeknya.


2. Bekerja pada Orang yang Terlalu Akrab

Bekerja pada teman atau keluarga sebenarnya bukan hal yang benar. Kalaupun nantinya Anda akan dibuai oleh kenyamanan dan kelekatan personal, bencana bisa saja datang akibat hal ini.

Karena merasa sudah akrab atau terlalu akrab, maka klien yang juga orang dekat Anda ini merasa punya hak untuk menghubungi Anda kapan saja. Niat yang awalnya baik ini, karena terlalu tinggi frekuensi terjadinya, bisa berubah jadi teror untuk Anda.

Masih mending apabila feedback cuma disampaikan lewat email, tapi akan sangat bermasalah apabila 'klien' Anda ini memberikan feedback melalui telepon, SMS, hingga menyampaikannya secara tatap muka (akibat terlalu sering bertemu).

Bisa juga klien Anda ini menghilang begitu saja tanpa kabar. Anda, yang mungkin usianya lebih muda, pun bisa merasa belum punya cukup nyali untuk menanyakan kelanjutan proyek yang Anda kerjakan.

Nah, meskipun Anda telah mengetahui dampak buruk dari bekerja pada orang dekat dan Anda masih ingin melakukannya, pertegaslah hubungan kerja ini dengan kontrak. Selain itu, pertekankan pada klien Anda bahwa Anda seorang profesional yang juga manusia biasa, sehingga kesalahpahaman yang sifatnya pribadi bisa diminimalisir.


3. Terlalu Terikat Secara Emosi pada Klien

Berhati-hatilah saat Anda mengutamakan sisi personal Anda saat menerima proyek dari klien. Hal ini sering terjadi apabila Anda menyukai lembaga yang menaungi klien (seperti komunitas, perkumpulan, dan organisasi) atau mungkin malah Anda yang menyimpan rasa istimewa pada si klien itu sendiri.

Kejadian semacam ini memang tidak bisa kita hindari, namun jangan sampai Anda pada akhirnya menjadi pihak yang dilukai. Mungkin karena Anda menyukai sesuatu, sisi lain Anda akan dibutakan, misalnya ketidakjelasan nominal pembayaran.

Klien seperti ini pun biasanya tidak akan bertahan lama dan bukan target pelanggan tetap Anda.

Karena fanatisme semacam ini bisa saja merusak karir Anda ke depannya. ada baiknya untuk diantisipasi. Pertama, dengan 'menutup mata' dan tidak memedulikan siapa dan dari mana klien Anda berasal. Lalu, pertegas pada diri Anda sendiri apabila Anda adalah desainer profesional dan bukan budak klien Anda. Komitmen dari dalam diri seperti ini niscaya bisa membantu Anda terlihat lebih profesional di depan klien yang berhasil mengikat emosi Anda.


Dengan memelajari artikel ini, semoga Anda sudah menjadi desainer yang tanggap 'bencana'. Kalau Anda punya pengalaman menghadapi 'bencana' lain yang sejenis, silakan ceritakan di kolom komentar.


Sumber gambar: consumerdailywellness.com
Read More
Monday, November 24, 2014
4 Cara Menyenangkan Pegawai yang Bekerja saat Liburan

4 Cara Menyenangkan Pegawai yang Bekerja saat Liburan



tips menghargai pegawai yang lembur dan bekerja tambahan


Yang terhormat Bapak dan Ibu bos, ini cara membahagiakan pegawai Anda saat diharuskan terus bekerja di 'tanggal merah'.

Hari libur bisa menjadi hari yang penuh berkah (juga rezeki) bagi bisnis kecil dan menengah. Fakta ini didasari oleh banyaknya pembeli yang suka membelanjakan uangnya pra, pasca, dan saat hari-hari libur. Maka dari itu, tak mengherankan jika ada kebutuhan tertentu yang melonjak di musim liburan, seperti dari sektor bisnis makanan, sandang, dan lain-lain.

Nah, jika Anda memiliki usaha yang potensial untuk meraup keuntungan lebih saat musim liburan tiba, tidak ada salahnya untuk terus melanjutkan dan mempergiat bisnis Anda. Tapi, bahagiakan juga pegawai Anda yang rela kehilangan waktu liburannya.

Berikut beberapa trik dari mashable.com untuk membuat pegawai Anda tetap senang dan semangat saat bekerja di tanggal merah:


1. Makan Makan!

Sebuah survei membuktikan bahwa 60% responden merasa dihargai di kantor karena disediakan makanan gratis. Sedangkan 40% sisanya mengaku memiliki stres yang lebih rendah apabila ditemani makanan saat bekerja. Jadi, terlepas di luar jatah makan siang (atau makan malam, jika ada lembur), tak ada salahnya apabila Anda menyediakan makanan ringan untuk membuat pegawai Anda lebih riang.

Berbagi voucher di restoran atau cafe terdekat juga cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produktivitas pegawai Anda saat harus bekerja ekstra.


2. Hargai Mereka yang Bekerja Keras (Atau Lebih Keras)

Apakah Anda pernah melihat pegawai yang super sibuk saat jam-jam genting atau ramai pembeli? Kalau iya, berilah yang bersangkutan sebuah penghargaan. Tidak perlu terlalu banyak, yang penting tidak sampai memberatkan neraca keuangan Anda dan layak untuk menghargai peluh mereka di momen-momen tersebut.

Anda juga bisa memberlakukan employee-to-employee bonus. Untuk menghindari subjektivitas penilaian dan membangun kerjasama antar pegawai, hal ini sangat tepat untuk diadaptasi dalam tim bisnis Anda.


3. Buatlah Jadwal yang Fleksibel

Karena musim liburan adalah waktu yang juga membuat pegawai Anda disibukkan dengan kehidupan pribadinya, maka Anda harus mengambil keputusan untuk kebaikan bersama, misalnya dengan memberlakukan jadwal kerja yang fleksibel.

Jadwal kerja yang fleksibel cenderung disukai banyak orang, karena jadwal ini bisa membuat pola hidup mereka lebih seimbang, apalagi saat harus bekerja di musim liburan. Tentu, berada terus-terusan di kantor bukan situasi yang selalu disukai pegawai, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Selain itu, ada alasan lain mengapa pegawai menyukai jadwal kerja yang fleksibel, di antaranya untuk kepentingan kesehatan

Agar kegiatan bisnis Anda di hari libur tidak tersendat, lebih baik berikan pegawai Anda hari libur sebelum atau sesudah hari atau pekan libur tersebut. Memberlakukan working shift juga bisa menjadi opsi lain yang bisa dipilih. Dengan demikian, 'penderitaan' pegawai Anda karena harus meninggalkan rumah tidak akan terlalu berat.


4. Sediakan Media Penghilang Stres

Ada alasan mengapa perusahaan besar seperti Google menyediakan lapangan basket hingga golf untuk pegawainya: karena pegawai Anda perlu mengistirahatkan fisik dan pikiran, sekaligus menjauh dari pekerjaan sementara.

Meskipun Anda belum bisa memfasilitasi hal-hal semegah itu, Anda bisa memulainya dari hal yang sederhana. Contoh yang paling umum ialah menandai hari tertentu untuk berolahraga, seperti futsal, atau bermain gim bersama-sama. Selain meredakan kejenuhan, kegiatan sepele ini juga bisa mempererat hubungan antar pegawai Anda.


Bekerja saat musim libur tidak selalu menyenangkan, tetapi Anda bisa mengapresiasi dan menghargai  lebih pegawai Anda yang merelakan waktu rehatnya dengan melakukan trik di atas. Dengan hal ini, bisnis kecil dan menengah Anda sekiranya bisa lebih produktif dan menguntungkan selama musim liburan.

Adakah kiat lain dari Anda untuk membahagiakan pegawai yang bekerja selama libur?


Sumber gambar: gawkerassets.com
Read More
Thursday, November 20, 2014
Ide Bisnis Anda Sama dengan yang Lain? 'Kudu Piye'?

Ide Bisnis Anda Sama dengan yang Lain? 'Kudu Piye'?



solusi saat ide bisnis dicuri


Punya ide bisnis yang brilian tetapi sudah lebih dulu dijalankan oleh orang lain? Jangan buru-buru buang ide tersebut!

Momen seperti di atas memang sangat menyebalkan, apalagi saat tekad Anda menjalankan ide tersebut sudah mantab, pun sudah mendapat dukungan dari orang-orang terdekat Anda.

Untuk membuat Anda kembali bersemangat, baca dan resapi kisah unik di bawah ini:

Suatu hari, pendiri Dropbox sedang berhadapan dengan para investor untuk mempresentasikan bisnisnya. Investor tersebut kemudian bertanya, "ada banyak sekali perusahaan yang menyediakan jasa mirip dengan Dropbox. Lalu, mengapa saya harus menginvestasikan uang saya di perusahaan yang sama saja dengan yang lain?"
Pendiri Dropbox tersebut pun menjawab, "Ya. Memang ada banyak sekali perusahaan yang mirip dengan Dropbox. Tetapi, apakah Anda menggunakan jasa mereka?"
"Tidak, karena mereka pelayanan mereka jelek."
"Oke. Dan itulah yang akan Dropbox perbaiki," tutup sang pendiri Dropbox dengan yakin.

Anda perlu ingat bahwa ide sendiri sifatnya abstrak. Setiap orang pun bisa dan berhak memiliki ide. Tapi yang perlu Anda ingat, tidak semua ide tersebut (pada akhirnya) direalisasikan atau dieksekusi dengan baik. Malah, ada juga orang-orang yang hanya menyimpan atau membuang ide tersebut.

Sebenarnya, saat Anda memiliki ide bisnis yang sejenis dengan orang lain, Anda tidak perlu berkecil hati. Lebih baik, bacalah poin-poin di bawah ini, lakukan, dan nikmati sendiri hasilnya:


1. Jalankan Ide Bisnis Lebih Baik

Anda tak perlu takut untuk memulai bisnis yang sudah dilakukan oleh orang lain. Yang perlu Anda pikirkan sekarang adalah bagaimana cara menjalankan bisnis yang lebih baik daripada mereka.

Ide bisnis selalu lahir dari sebuah solusi atas suatu masalah. Untuk itu, dekati konsumen Anda, kenali masalah mereka lebih dalam, tawarkan beragam solusi dan manjakan mereka. Kemudian, usahakan produk atau jasa Anda dihargai dengan pantas.

Jadi, eksekusilah ide bisnis Anda sebaik mungkin dan berorientasilah pada kepuasan konsumen.


2. Jual Lebih Murah

Terkadang, ada produk atau jasa yang tidak bisa dijangkau oleh konsumen tertentu. Celah inilah yang bisa Anda masuki.

Misalnya, saat kompetitor Anda mengimpor bahan bakunya, Anda bisa mencari produsen bahan baku lokal. Dengan menghemat biaya pengiriman dari luar negeri ke kota Anda, sekiranya Anda bisa menjual produk atau jasa lebih murah dari kompetitor.

Intinya, kalau Anda tidak bisa melakukan yang lebih baik dari kompetitor Anda, sediakan produk atau jasa serupa yang lebih murah.


3. Cari Segmen yang Berbeda

Apabila ide Anda mirip dengan orang lain, ada solusi cadangan yang bisa Anda pilih, yaitu lebih menspesifikkan bisnis Anda. Hal ini bukan berarti Anda harus memperkecil skala bisnis, tetapi juga bisa dengan mengkhususkan produk atau jasa untuk kelas konsumen tertentu.

Belajarlah dari media sosial dunia. Dulu, Anda mengenal Friendster, lalu era bergeser pada Facebook dan Twitter. Sekarang pun, juga ada Instagram dan Pinterest.

Seakan-akan, para pengguna media sosial tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka miliki dan selalu saja tumbuh segmen yang berbeda. Jadi, mengapa tidak menyasar pasa konsumen yang berbeda?


Punya trik lain untuk menjalankan ide bisnis yang keburu dijalankan orang lain? Beritahu kami di kolom komentar.


Sumber gambar: addicteddaeci.blogspot.com
Read More
Tuesday, November 18, 2014
9 Gestur yang Membuat Anda Lolos Wawancara Kerja

9 Gestur yang Membuat Anda Lolos Wawancara Kerja



tips sukses wawancara kerja


Wawancara kerja adalah momen di mana Anda diuji secara karakter dan kompetensi oleh perusahaan yang akan mempekerjakan Anda. Untuk itu, sebuah kewajiban rasanya untuk membuat mereka kagum pada Anda.

Saat menjalani tes wawancara kerja, Anda perlu memiliki kepercayaan diri dan pengetahuan yang memadai (terutama seputar perusahaan di mana Anda ingin bekerja). Namun itu semua tidaklah cukup, pewawancara pastilah akan melihat gelagat Anda, seperti cara bicara dan gestur, sebelum resmi diangkat sebagai pegawai perusahaan.

Berikut ada sembilan gestur yang bisa membuat Anda sukses menjalani wawancara kerja menurut mashable.com:


1. Duduk dengan Tegak

Saat Anda memasuki ruang wawancara pertama kali dan dipersilakan untuk duduk di kursi yang telah disediakan, duduklah dengan tegak dan merasalah nyaman. Apabila Anda tidak terbiasa duduk dalam posisi seperti ini, biasakan. Akan menjadi penilaian tersendiri tentunya apabila Anda terlihat seperti seorang pemalas saat berhadapan dengan pewawancara.


2. Jangan Langsung Melakukan Kontak Mata 

Meskipun menatap mata pembicara menandakan ketertarikan pada lawan bicara, namun ada baiknya hal tersebut dihindari saat Anda sedang menjawab pertanyaan dari pewawancara kerja. Untuk menandakan kekoperatifan dan kesopanan Anda sebagai pihak yang sedang diwawancarai, Anda bisa melihat bagian wajah lain dari pewawancara, seperti hidung dan bibir. Agar terlihat lebih natural, rubahlah pandangan Anda secara teratur setiap dua detik sekali.


3. 'Mainkan' Tangan Saat Sedang Berbicara

Apabila Anda bingung bagaimana cara mengontrol kedua tangan Anda saat sedang berkonsentrasi menjawab pertanyaan, gerakkan saja sesuai dengan apa yang sedang Anda bicarakan. Hal ini bisa membuat Anda lebih rileks dan juga membantu intonasi berbicara.


4. Tunjukkan Telapak Tangan Anda

Saat telapak tangan Anda menghadap ke atas, posisi tersebut bisa diartikan sebagai kejujuran dan keterbukaan. Saat melihat ini, secara psikologis pun pewawancara akan lebih merasa nyaman dalam berkomunikasi dengan Anda. Kesan positif juga bisa Anda tambahkan dengan sesekali melempar senyuman.


5. Posisikan Kaki Menempel di Lantai

Menurut riset, dengan memosisikan kaki Anda menempel pada lantai, bagian otak limbik dan neokorteks Anda akan lebih leluasa bergerak. Dalam kata lain yang lebih sederhana, kemampuan otak Anda untuk berpikir kreatif dan rasional akan sama-sama kuatnya.

Apabila Anda tergolong sebagai seorang kinestetik atau yang tidak terbiasa duduk diam, usahakan untuk tidak menyilangkan kaki pada bagian paha. Jika itu sudah menjadi kebiasaan Anda, alihkan sejenak dengan menyilangkan kaki pada bagian pergelangan kaki. Dengan posisi seperti ini, pergerakan yang kaki Anda lakukan di bawah meja tidak akan terlalu terlihat dan mengganggu pewawancara.


6. Perhatikan Cara Anda Berjalan

Ternyata, ada juga pewawancara yang langsung menilai calon pegawai saat mereka baru berjalan memasuki ruang wawancara. Untuk terlihat siap dan layak diterima, berjalanlah ke dalam ruangan dengan posisi tegak dan langsung mengarah pada pewawancara, sembari membuat kontak mata dengan yang bersangkutan dan tersenyum simpul.


7. Atur Pernafasan

Merasa canggung dan gugup saat menjalani proses wawancara kerja itu wajar, apalagi jika ini menjadi pengalaman pertama Anda. Nah, salah satu cara untuk mengontrol kegelisahan semacam itu adalah dengan mengatur pernafasan dengan benar.

Caranya, sebelum Anda menjawab pertanyaan dari pewawancara, ambillah nafas dalam-dalam terlebih dahulu, kemudian kemukakan isi kepala Anda selaras dengan keluarnya hembusan nafas Anda. Teknik ini dijamin ampuh membuat Anda lebih rileks selama menjalani tes wawancara kerja.


8. Anggukkan Kepala Saat Mendengarkan

Ketertarikan pada topik dari lawan bicara juga bisa ditunjukkan dengan menganggukkan kepala. Cara menganggukkan kepala pun tidak perlu berlebihan dan dilakukan setiap saat, akan tetapi sesekali saja untuk menunjukkan bahwa Anda menikmati dan memahami pembahasan dari lawan bicara.


9. Bersandar di Kursi

Pernahkah Anda melihat seorang bos mafia menyandarkan kepalanya di kursi saat bernegosiasi atau berbicara dengan orang di depannya?

Adegan yang sering Anda saksikan di film itu bisa Anda tirukan untuk mengikat lawan bicara Anda dalam dialog yang lebih menyenangkan. Dengan cara ini, Anda juga sekaligus menunjukkan ketertarikan Anda pada setiap kata yang keluar dari pewawancara.


Silakan adaptasi sembilan gestur diatas untuk memuluskan tes wawancara kerja Anda. Apabila Anda memiliki gestur yang juga ampuh dan efektif untuk menghadapi tes wawancara kerja, ceritakan pengalaman Anda pada kami di kolom komentar di bawah ini.


Sumber gambar: workinsports.com
Read More
Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger