a

Wednesday, May 28, 2014
5 Logo Superhero Paling Super

5 Logo Superhero Paling Super



Tak hanya perusahaan berorientasi bisnis, superhero juga butuh logo yang ikonik sebagai identitas diri agar mudah dikenali. Mari belajar pentingnya logo dari kumpulan manusia super dari DC Comics berikut.


Logo superhero seringkali diangkat dari sebuah simbol yang identik dengan kehidupan karakter asli superhero itu sendiri, ada yang menunjukkan simbol hewan sebagai sumber kekuatannya, ada juga yang mengilustrasikan kekuatan mereka secara grafis, dan ada pula yang memakai inisialnya untuk dijadikan logo. Inilah lima superhero dengan logo istimewanya yang sekiranya bisa menginspirasi Anda:


1. Superman



Sering disebut sebagai ‘superheronya superhero’, Superman sudah terlanjur melekat di pikiran kita sebagai makhluk Krypton penyelamat umat manusia. Logo yang mirip huruf ‘S’ di dada Superman pun juga termasuk satu dari milyaran logo di dunia yang sangat mudah untuk dikenali. Sejak 1938, Kal-El sudah memakai kostum berlogo itu; bahkan tingkah Kal-El alias Clark Kent ini menginspirasi Batman, Spiderman, dan kawan-kawan super lainnya untuk memanfaatkan kostum sebagai penunjuk identitas. Dengan logo ini, Superman resmi ditahbiskan sebagai superhero yang tidak hanya kuat karena kekuatan, tetapi juga secara branding visual.


2. Batman



Karakter Bruce Wayne yang pemberani dan heroik dapat terlihat jelas dalam logo kelelawar di kostum Batman-nya. Dalam perkembangannya, Batman adalah superhero yang menerapkan sifat fleksibilitas perihal logo; terkadang, logo Batman dikurung oleh oval berwarna kuning, namun terkadang juga tidak. Penerapkan branding identity Batman pun tidak main-main, ia mengidentikkan hampir semua barangnya dengan kelelawar, mulai dari mobil, gadget, hingga lampu yang menyorot ke langit – yang menjadi pertanda bahaya kota Gotham.


3. The Flash



Bagi sebagian orang, logo dari The Flash seperti tidak berguna mengingat ia bergerak secepat kilat. Manusia biasa pun pasti akan kesulitan melihat simbol di dadanya. Tetapi di luar hal itu, pemilihan simbol petir menyambar berwarna kuning sangat tepat sekali untuk menggambarkan superhero bernama asli Barry Allen ini. Pemilihan logo The Flash mencerminkan teori minimalis yang apik. Bisa jadi, ketika The Flash memilih memajang huruf ‘F’ sebagai logonya, orang-orang dirasa masih kesulitan mengidentikkan dirinya sebagai superhero yang konon sanggup mengalahkan Superman dalam adu lari.


4. Green Lantern



Sebenarnya, Green Lantern adalah ‘Polisi’ yang bertugas menjaga keamanan seluruh alam semesta. Ada banyak sekali Green Lantern, kebetulan Hal Jordan lah yang bertugas melindungi Sektor 2814 alias Bumi. Simbol dari Green Lantern di Bumi sebenarnya juga seragam dengan Green Lantern lainnya. Bukti lain bahwa demi menjaga identitas merek, dimanapun tempatnya, logo juga harus konsisten.


5. Robin



Sebagai sohib atau sidekick sang manusia kelelawar ketika membasmi kejahatan, Robin mungkin tidak memiliki fans sebanyak superhero lainnya, tetapi ada hal lain yang membuat Robin istimewa. Logo dari Robin terlihat sangat mencolok jika dibandingkan dengan Batman, meskipun mereka berdua sering muncul bersamaan. Huruf 'R' berwarna kuning dihiasi warna merah yang dominan di sekelilingnya cukup baik menggambarkan karakter Robin yang berjiwa muda, prima secara fisik, dan penuh semangat. Lagipula, usia Robin jauh lebih muda dari Batman, bukan? Mengapa harus membuat logo Robin yang tidak sesuai dengan masanya? Membuat logo yang sesuai dengan karakteristik nyatanya terbukti bisa menjaga konsistensi dan tanpa menghilangkan ciri khas.


Itulah beberapa contoh logo yang keren dan berkarakter dari superhero buatan DC Comics. Tak salah memang jika logo sangat menguntungkan sebagai identifikasi diri atau perusahaan Anda. 

Ngomong-ngomong, apakah benar jika setiap superhero jago mendesain? Apakah kemampuan mendesain para superhero di atas muncul bersamaan dengan kekuatan supernya? Sepertinya hal ini masih menjadi misteri.


Referensi:
Read More
Monday, December 1, 2014
Infus Superhero untuk Penderita Kanker

Infus Superhero untuk Penderita Kanker


benda inovatif kreatif di rumah sakit

Kanker memang penyakit yang mengerikan, terutama bagi anak-anak. Sekarang, keadaan pasti akan lebih baik, karena anak-anak tersebut akan berjuang bersama superhero idolanya.

Selain dengan penanganan medis, membuat hati pasien selalu bahagia juga dipercaya bisa mempercepat kesembuhan yang bersangkutan. Setidaknya, itulah hal yang coba diterapkan oleh rumah sakit dan lembaga riset khusus kanker dari Sao Paulo, Brazil, A.C. Camargo Cancer Center.

Tenaga medis di sana pada awalnya harus berjuang keras untuk menyemangati pasien muda yang harus akrab dengan obat-obatan dan chemotherapy akibat menderita kanker. Tetapi tugas tenaga medis di sana sekarang lebih mudah, semenjak resmi dipakainya wadah infus inovatif di rumah sakit tersebut.

Nama resmi dari proyek ini adalah Superformula to Fight Cancer, yang digagas oleh JWT, agensi desain asal Brasil, dan Warner Bros.

Dengan mengadaptasi logo superhero terkenal, macam Batman, Superman, Wonder Woman, dan Green Lantern, program ini mencoba memanfaatkan dunia imajinasi anak-anak dan kefanatikan mereka pada superhero tersebut. Cara yang unik sekaligus inspiratif ini ingin tetap mengobarkan semangat anak-anak hebat tersebut untuk sembuh.

cara mengurangi beban psikis penderita kanker

Saat ditanya soal ide di balik program ini, tim kreatif JWT mengungkapkannya dengan analogi sederhana: sang pasien adalah superhero, sel kanker diibaratkan sebagai musuh mereka, sedangkan super formula ialah serangkaian pengobatan medis yang akan diterima dan dijalani oleh adik-adik tersebut untuk mengalahkan 'musuh' mereka.

"Penting sekali untuk menjelaskan hal ini (metode penyembuhan medis) pada anak-anak melalui analogi sederhana yang mudah mereka pahami, tanpa perlu berbohong pada mereka," ungkap JWT.

bagaimana desain bisa membantu umat manusia

Semoga saja inovasi sejenis ini bisa segera kita temui di Indonesia agar beban psikis adik-adik kita yang menjadi pasien kanker semakin ringan.
Read More
Sunday, December 7, 2014
Kalau Superhero Lahir di Zaman Dulu...

Kalau Superhero Lahir di Zaman Dulu...



Pernah membayangkan bagaimana Superman berpakaian mirip Prince Henry VIII? 

Fotografer asal Paris, Perancis, Sacha Goldberger, telah membuat serangkaian sesi foto yang unik. Ia tak hanya menggabungkan estetika dan teknik dalam fotografi, tetapi juga imajinasi.

Bagaimana imajinasi kita tidak diajak berlari gara-gara proyek Super Flemish ini?

Di proyek yang dirampungkan dalam waktu dua tahun itu, Sacha membayangkan superhero sekaligus lawannya berkostum layaknya bangsawan dan bangsawati di abad ke-16. Total, ada 110 orang yang terlibat dalam proses kreatif ini. Yang akan membuat Anda lebih kagum, semua foto yang dihasilkan Sacha dan timnya ini tidak memakai sentuhan Photoshop sedikit pun!

Silakan menikmati karya dari Sacha yang dicomot dari akun Behance pribadinya.


ironman kostum unik jadul


marvel heroes dc reimagined


funny superhero creative imagination


creative superheroes remake and villains



photography session


awesome cool idea imagine superhero


creative photography


batman superman hulk captain america


superhero cosplay sexy wonderwoman


Bonus:

joker photography design funny creative


Read More
Thursday, June 26, 2014
Superhero Geometris

Superhero Geometris


Ada banyak sekali gaya dan metode dalam menyempurnakan ide pada desain. Belakangan, pola geometris sedang digandrungi.

Teruntuk Anda yang sedang mencari suasana baru dalam mendesain, tak ada salahnya mencoba geometric pattern. Teknik ini memanfaatkan kekakuan objek geometris dua dimensi untuk menghadirkan dimensi yang lebih nyata dan luwes pada desain.

Butuh sampel?

Tenang, Eric Dufresne sudah menyajikannya untuk Anda. Desainer berkebangsaan Kanada ini membalut ilustrasi superhero DC dan Marvel dengan geometric style. Alhasil, lahirlah karya yang simpel nan istimewa berkat paduan gaya geometris yang sepintas mirip dengan desain art deco.




















Read More
Friday, May 16, 2014
Jadi ‘Superhero’ Berkat Portofolio

Jadi ‘Superhero’ Berkat Portofolio



http://www.nosurprises.it/wp-content/uploads/2010/12/alessandro_pautasso_bio1.jpg


Portofolio, bagi pekerja kreatif, adalah kunci menuju gerbang industri. Tunjukkan kalau Anda sudah siap terjun di dunia profesional dengan portofolio yang impresif.


Entah untuk melamar pekerjaan yang sudah Anda idam-idamkan atau sekedar menjalani proses seleksi magang untuk mencari pengalaman, peran portofolio menjadi terlalu penting bagi perusahaan atau studio desain untuk menyeleksi pelamar yang datang berbondong-bondong. Kebanyakan dari mereka bahkan cenderung menganaktirikan tahap wawancara atau latar belakang pendidikan, jika portofolio Anda dirasa sudah sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Itulah mengapa menjadi berbeda dan terlihat lebih sempurna – bagaikan superhero – di antara kompetitor Anda sangat perlu.

Ingin membuat portofolio Anda lebih digdaya? Ini caranya:


1. Best of the Bests

Ketika mengompilasi portofolio, pastikan hanya karya-karya terbaik dan bisa Anda banggakan saja yang ditampilkan. Khusus bagi desainer yang belum memiliki jam terbang tinggi, tunjukkan saja tugas yang sudah Anda selesaikan di bangku sekolah atau kuliah dengan nilai A. Sayangnya, hal yang sama tidak berlaku bagi desainer profesional. Jangankan tugas dari guru atau dosen, proyek sekedar iseng saja terhitung kurang layak untuk dicantumkan dalam portofolio. Lebih baik, tunjukkan hasil kerja Anda ketika bekerja dengan klien sebelumnya untuk menegaskan diri bahwa Andalah yang sedang mereka cari.

Sebenarnya, bukan sebanyak apa desain yang sudah pernah Anda hasilkan, tetapi lebih kualitas ide dan eksekusi yang Anda lakukan.


2. Spesifikasikan

Terkadang, ada beberapa proyek yang berhasil Anda selesaikan namun tidak ingin Anda sentuh lagi. Oleh sebab itu, jangan sampai menampilkan hasil kerja Anda di proyek tersebut pada portofolio agar calon perusahaan atau studio desain yang sedang Anda tuju tidak mengira Anda mempunyai ketertarikan untuk mengerjakan tugas yang serupa. Dengan kata lain, fokuslah pada jenis pekerjaan yang Anda tuju.

Misalnya, ketika Anda adalah desainer yang memiliki spesialisasi pada visual identity branding, hiasi portofolio Anda dengan proyek yang berhubungan dengan itu. Meskipun pada dasarnya Anda adalah desainer multi-talenta, mungkin akan lebih baik apabila Anda jujur dari awal tentang proyek apa saja yang ingin Anda tangani, daripada harus menjalani hari dengan mengerjakan hal yang tidak Anda harapkan.


3. Sisipkan Kisah

Akan lebih menyenangkan jika tiap bagian dari portofolio Anda menyimpan cerita tertentu di dalamnya. Sampaikan hal unik yang Anda alami, seperti untuk apa dan siapa desain tersebut dibuat, dibalik sebuah desain. Kisah seperti itu bisa membantu penilaian karakter Anda lebih baik tentang bagaimana Anda berpikir kritis dan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan klien Anda.

Jika Anda tidak bisa melakukan interaksi verbal secara langsung karena kondisi tidak memungkinkan, sisipkan saja secuil deskripsi tentang proyek tersebut. Yang penting, Anda bisa menunjukkan sevital apa desain tersebut dan kontribusi Anda dalam prosesnya.


4. Jangan Merepotkan

Kewajiban sebuah portofolio adalah 'menjual' Anda sebagai profesional, maka dari itu, mudahkan orang-orang ingin Anda perlihatkan portofolio Anda. Pentingnya alur dan navigasi informasi dalam portofolio bisa menggambarkan secara implisit bagaimana karakter Anda sebagai komunikator.

Kasus yang kerap terjadi hingga saat ini adalah ketika pelamar kerja mengirimkan portofolio dalam bentuk soft file dengan ukuran lebih dari 30mb. Solusi sederhananya adalah dengan membuat portofolio online di Behance atau website Anda sendiri. Dengan hanya mengirimkan sebaris link, Anda bisa menyelamatkan reputasi Anda dari kegagalan melamar pekeraan karena Anda dianggap merepotkan.


5. Jadilah Pujangga

Setelah puas menyajikan desain-desain terbaik yang Anda buat, saatnya menunjukkan diri Anda sebagai peramu hidangan tadi. Cantumkan biografi singkat yang menjelaskan kemampuan, pengalaman, minat, ide, dan tidak lupa, kontak Anda yang bisa dihubungi. Untuk mencerminkan karakter Anda dan memberikan kesan yang tak mudah dilupakan, ramu kata-kata di biografi Anda seunik mungkin, kalau bisa, seunik desain yang pernah Anda buat. Boleh berkreasi, asal jangan lupa tujuan untuk tetap menginformasi dan melabeli diri sebagai desainer profesional yang layak 'dibeli'.


Jangan lupa, setiap Anda berhasil menyelesaikan desain terbaru, segera perbarui dan cantumkan pada portofolio Anda. Semoga sukses!


Referensi:
Read More
Tuesday, September 2, 2014
Superhero Saja Bisa Selfie

Superhero Saja Bisa Selfie



Narsis kan juga hak asasi manusia (super). 

Terpilih menjadi 'Word of the Year' di tahun 2013, selfie sangat mendunia dan sudah mempengaruhi kehidupan orang banyak. Namun nyatanya tak cuma manusia biasa yang ketularan 'virus' ini, sekumpulan manusia berkekuatan super dari fiksi ciptaan Marvel pun turut meluangkan waktunya untuk mengambil potret diri dengan gadget-nya (dalam kasus ini adalah iPhone).

Beberapa ilustrasi yang akan Anda saksikan di bawah ini adalah sebuah proyek desain dari Butcher Billy. Desainer asal Brazil ini mereka-reka kemungkinan pose Hulk, Spider-Man, Iron Man, Captain America, dan Thor yang mengambil selfie di depan cermin. Dan ini lah hasilnya:











Di luar keisengan Billy dalam membuat karya ini, semoga tidak ada pihak di luar sana yang terlalu terinsipirasi lalu berkeinginan untuk menjadi superhero hanya dengan bermodal kekuatan menjepret ribuan selfie dalam sehari.
Read More
Sunday, June 22, 2014
10 Kiat Membuat Portofolio Online

10 Kiat Membuat Portofolio Online



http://peakforce.net/wp-content/uploads/2013/03/portfolio.jpg


Portofolio online saat ini kian digemari; selain sifatnya yang lebih luwes, kreativitas makin mudah untuk ditumpahkan, sajiannya pun sangat menggairahkan.

Sebagai pekerja kreatif, Anda membutuhkan portofolio untuk memperkenalkan diri sekaligus memaparkan karya Anda. Meskipun Anda sudah memiliki portofolio dalam bentuk fisik, memiliki portofolio maya dalam bentuk website saat ini juga diperlukan untuk menyokong eksistensi Anda lebih kuat. Apabila Anda bukan seorang web designer profesional, kemungkinan besar Anda membutuhkan sepuluh tuntunan Jonathan Brealey dalam membuat portofolio online berikut:


1. Be yourself

Jangan meniru mentah-mentah desain website portofolio milik orang lain hanya karena Anda jatuh cinta padanya saat ‘kunjungan’ pertama. Ingat, esensi dari portofolio itu sendiri adalah media untuk menunjukkan siapa Anda sebenarnya dan apa yang Anda lakukan. Sudah jelas pula bahwa karakter tiap orang berbeda-beda; itulah mengapa Anda harus menjadi diri Anda sendiri. Dengan membuat portofolio website yang orisinil, maka wujud asli Anda yang unik itu akan muncul dengan sendirinya.


2. Make yourself available

Poin penting selainjutnya adalah Anda harus ‘terlihat’ dalam portofolio Anda sendiri. Sediakan space yang cukup di laman website Anda untuk mencantumkan sedikit informasi bagaimana orang lain dapat menghubungi Anda. Anda perlu mempertimbangkan pula bahwa setiap orang memiliki metode komunikasi yang berbeda-beda, ada yang cenderung formal dengan memakai email, ada juga yang suka menunjukkan kesan santai dengan ber-instant messanger ria. Jadi, berikan beberapa alternatif cara untuk menghubungi Anda agar mereka tidak kesulitan.


3. Show some personality

Ketika portofolio website Anda sedang dievaluasi, mereka ingin mengetahui siapa diri Anda sebenarnya. Tambahkan sedikit porsi untuk memberikan gambaran singkat tentang identitas Anda, bisa lewat potret diri, personal logo, motto atau tagline, dan lain-lain, agar mereka tahu bahwa Anda benar-benar manusia sesungguhnya. Tidak ada salahnya untuk menjadi 'superhero' di portofolio sendiri.


4. Keep it quick

Rata-rata, hanya tiga detik toleransi kesabaran seseorang ketika membuka sebuah laman website. Membiarkan mereka menunggu terlalu lama untuk membuka website Anda, bisa menjauhkan diri Anda dari rezeki Anda sendiri. Untuk mengantisipasi hal ini, pilihlah paket hosting dengan fasilitas page-load yang cepat. Ada baiknya jika Anda hanya mencantumkan elemen yang sederhana dalam portofolio online Anda, agar tidak membuat pengunjung website Anda terlalu lama menunggu.


5. Create fresh content

Siapa bilang menulis di blog tidak ada gunanya? Mempublikasikan artikel yang up-to-date sekaligus relevan terhadap kebutuhan orang banyak akan memudahkan Anda ditemukan oleh Google. Selalu sempatkan memperbarui konten di blog Anda agar semakin banyak orang yang terhubung dengan Anda melalui portofolio online Anda. Ketika orang-orang mengakses website Anda, maka mereka tak hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, tetapi juga informasi tentang Anda.


6. Show off

Show off tidak selalu merujuk pada kesan sombong dan omong kosong saja. Definisikan show off sebagai tindakan memamerkan kemampuan untuk memunculkan kesan profesional, bertalenta, dan kreatif pada diri Anda. Make it clear to people what you can do!


7. Shout about your clients

Apabila Anda adalah seorang freelancer yang sudah memiliki klien tetap, tunjukkan juga siapa klien tetap Anda. Dengan mengerjakan proyek berkelanjutan, menilai Anda sebagai pekerja terpercaya akan semakin mudah. Ceritakan pula kalau Anda pernah bekerjasama dengan klien besar atau merek terkenal untuk menambah bobot kompetensi Anda.


8. Get recommended

Terlalu banyak melebih-lebihkan diri Anda dengan kata-kata yang Anda buat sendiri tidak akan membuat orang lain terkesan. Caranya adalah dengan memanfaatkan testimonial dari klien atau rekan kerja Anda. Kutip pujian dari mereka, lalu cantumkan dalam portofolio online Anda untuk meningkatkan kredibilitas Anda. Jangan lupa untuk mengutip testimonial mereka dengan cara yang tepat.


9. Live examples

Tunjukkan hasil kerja Anda dengan klien sebelumnya dengan cara mencantumkan link atau menyediakan gambar yang membuktikan bahwa klien Anda menyukai dan memakai karya Anda. Hal ini penting sekali untuk Anda lakukan agar Anda dinilai sebaik apa yang sudah Anda katakan.


10. Target language

Siapa target audience Anda dan apa tujuan awal Anda ketika membuat portofolio online? Agar kegunaan portofolio, sebagai ajang untuk memamerkan kemampuan dan kepribadian Anda bisa maksimal, matangkan dahulu pesan apa yang ingin Anda utarakan, baru kemudian Anda bisa mengolah cara terbaik untuk mengungkapkannya.
Read More
Wednesday, August 6, 2014
The 'Mature' Foursquare

The 'Mature' Foursquare





Perubahan fungsi Foursquare telah mendorongnya menjadi perusahaan yang lebih dewasa. 

Selain Inter Milan, salah satu klub sepakbola termasyhur asal Italia, yang mengganti logonya bulan Juli lalu, ada juga Foursquare yang melakukan re-branding perusahaannya. Peluncuran logo baru ini juga menandai bergantinya platform sistem Foursquare yang baru.

Foursquare yang dulu kita kenal adalah aplikasi untuk melakukan check-in di suatu tempat via dunia maya. Namun, integrasi aplikasi Foursquare yang baru 'hanya' mengizinkan user-nya untuk mencari tempat-tempat yang sekiranya memenuhi kriteria untuk dikunjungi. Tapi tenang saja, Anda masih bisa melakukan kegiatan check-in dan juga mencari teman seperti di Foursquare dulu kalau Anda memasang peranti pendukung yang juga masih dalam satu 'rahim' dengan Foursquare, yaitu Swarm.


Tampilan terbaru laman awal Foursquare


Rekomendasi tempat yang akan disiapkan oleh Foursquare telah dioptimisasi sedemikian rupa, sehingga meningkatkan user experience yang lebih baik untuk sekitar lebih dari 50 juta penggunanya. Misalnya, Anda bisa mendapatkan rekomendasi cafe sesuai dengan tema yang diusungnya, seperti 'romantic' atau 'trendy'.

Untuk identitasnya yang baru, Foursquare menggarapnya bersama Red Antler, firma branding yang berbasis di Brooklyn, New York. Logo yang baru ini memang agak mirip dengan simbol seorang superhero karena ingin mengisyaratkan kemampuan super yang dimiliki Foursquare yang baru. Tulisan di logo Foursquare dengan huruf kapital mengesankan 'wajah' baru yang lebih serius dan dewasa.






Read More
Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger