a

Monday, September 14, 2015
MEMPELAJARI SEO DARI FREELANCE GRAFIK DESAIN NO.1 (PART II)

MEMPELAJARI SEO DARI FREELANCE GRAFIK DESAIN NO.1 (PART II)

Source : http://www.bestdesignstuff.com/




Hands-On, On-Site SEO

Ketika membuat konten baru, dimana kamu biasanya menempatkan keywordmu itu?
Ketika aku membuat konten baru aku selalu memulainya dengan laman judul : aku menggunakan judul untuk setiap konten, kemudian aku memasukkan keyword (seperti contoh. Judul / Brent Galloway Freelance Graphic Designer in Ohio).

Apakah ada faktor lain dalam SEO yang sedang kamu coba? Seperti panjang post, inbound links, outbound links, atau secondary keyword?
Semua faktor itu sudah ada dalam konten yangaku buat, tetapi aku terlalu memikirkannnya. Aku berfokus pada konten itu saja dan nilai didalamnya- dan lagi saya mengatakan, bahwa sticking to some basic SEO best practices like keywords and phrases.

Apakah ada tips agar  site dalam SEO menjadi lebih efektif?
Memiliki konten dengan tulisan yang bagus dan unik serta berfokus pada beberapa keyword dan frase merupakan hal yang paling penting. Melakukan hal ini dan memposting beberapa jadwal yang tetap juga hal yang sangat kamu butuhkan. Jika kamu fokus ke kualitas konten yang kamu buat, orang-orang akan membaginya dan Google akan mulai mendorong websitemu ke bagian atas.

Apakah kamu memiliki plugin Wordprees untuk SEO ini?
Aku berusaha meminimalisir jumlah plugin di dalam websiteku, karena tema yang aku gunakan memiliki pengaturan SEO yang dapat membuat hal itu didalamnya :



Apakah kamu menggunakan perangkat SEO lain?
Satu-satunya perangkat online yang aku gunakan adalah Google Analytics yang aku gunakan untuk membantu pengecekan traffic data dalam wensiteku.




Hands-On, Off-Site SEO

Bagaimana kamu membentuk back-links di situsmu?
Aku mulai mencari setiap website yang menulis namaku. Tiap blog yang aku baca dan aku menyukainya, aku akan meninggalkan komen dan memulai pembicaraan dengannya.

Ikuti peraturan yang ada. Jika kamu memberikan sesuatu yang bernilai, makan orang-orang akan lebih termotivasi untuk memberikan feedback kepadamu. Kamu bisa melakukan ini dimanapun, di websitemu sendiri, komen di situs lain, di guest post di suatu blog, di sebuah forum online, di situs-situs seperti Quora, dan semuanya akan membantu meningkatkan situsmu.

Apakah back-link merupakan hal yang lebih penting daripada hal lain di SEO?

Membuat websitemu terhubung dengan akun onlinemu yang lain akan membantumu dan menstumulasinya.

Back-link yang terbaik yang bisa kamu dapat adalah dengan adanya orang lain yang membagikan link websitemu ke orang-orang lainnya. Dan ini akan sangat membantumu dengan cepat dengan tetap membuat konten yang pantas untuk dibagikan.

Jujur saja aku tidak memiliki tips khusus dalam hal ini. Aku katakana sekali lagi, aku hanya fokus pada kualitas tulisanku dan jika hal itu sudah cukup pantas untuk dibagikan oleh orang lain, maka aku sangat mengapresiasinya.

Apakah ada tips off-site SEO lainnya?
 Jika kamu ingin menghubungkan konten ke konten lain, maka lebih baik gunakanlah keyword yang sesuai dengan konten yang kamu hubungkan daripada hanya mengunakan “click here”. Hal ini merupakan conton simpelnya, tapi sangat berguna.

Bagaimana dengan situsmu yang lain, Your Freelance Career, untuk mendapatkan klien?


Dalam blogku Your Freelance Career memang dibuat untuk para desainer grafis yang tertarik untuk memulai dan ingin mengembangkan bisinis freelance mereka.

Bagaimanapun, hal itu juga bermanfaat buatku. Dimata klien yang potensial, dapat memposisikanku sebagai seorang expert dalam bidang yang sedang aku kerjakan ini, hal itu dapat terlihat dari pengalamanku, selain itu juga aku terus belajar mengenai hal-hal baru dan semua itu, back-links dan pertumbuhan traffic dalam situsku yang dapat mendorong situsku untuk mencapai tempat teratas dala situs pencarian.

Menurut perspekstif SEO, bagaimana Your Freelance Career dan brentgalloway.me dapat mendukung satu sama lain?
Aku memasukkan diriku kedalam Your Freelancer Career dengan melebeli dengan identitas ku dipengaturan SEO. Aku juga menghubungkan didentitasku di data penulis di setiap post yang aku tulis. Walaupun Your Freelance Career secara teknis itu merupakan websiteku, tapi hal itu tetap berbeda dengan situs pribadiku. Secara vice versa, di dalam Your Freelancer Career aku menghubungkannya ke website pribadiku, untuk menunjukkan bahwa kau tidak hanya mendesain logo dan t-shirt tapi juga aku mengajarkan apa yang aku lakukan dari titik nol bisnis ini.




More SEO

Darimana kamu belajar mengenai SEO?
Segala yang aku lakukan dan aku punya ini merupakan hasil dari pengalaman yang telah aku lalui dan juga dari kesalahan yang aku buat dulunya.

Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya untuk SEO ini?

Tentu aku akan terus menbuat konten, tetapi aku juga mempunyai beberapa rencana untuk bereksperimen mengenai perbedaan format tiap konten. Contohnya, aku mulai dengan menambahkan konten video. Dan aku akan bereksperimen dengan potongan-potongan audio. Aku tahu berapa banyak projek yang akhirnya memproduksi podcast, jadi aku tidak terlalu berekspektasi untuk membuat sesuatu yang besar pada saat ini.
jadi aku tidak terlalu berekspektasi untuk membuat sesuatu yang besar pada saat ini.




Strategi Konten

“beberapa klien mengatakan padaku bahwa mereka dating kepadaku karena mereka sesuai dan paham dengan apa yang aku kerjakan”
Topik apa yang sedang kamu jadikan fokus?
Untuk website pribadiku aku fokuskan di desain grafis sesuai dengan topik di bisnis freelanceku.

Aku mempunyai beberapa artikel baru yang sesuai dengan tipe service yang sedang aku punya, tetapi baru baru ini aku telah membagikan beberapa projek baru dan juga produk yang telah aku kerjakan.

Seberapa sering kamu memasukkan konten baru dalam blogmu?
Aku mulai memposting sebulan sekali, dan membuat kontenku tiap minggu, baru baru ini aku memposting kapanpun aku mau. Tapi ini merupakan hasil dari komitmenku untuk menulis ditiap minggunya dalam blogku Your Freelance Career. Bagaimanapun, pada tahun lalu aku mempublish sebuah artikel baru tiap minggu pada senin pagi. Dan sekarang semua itu telah terlaksana.

Seberapa penting sebuah konten yang segar itu?
Dari pengalamanku, sebuah konten yang segar itu sangat penting dalam mesin pencarian. Semakin kamu sering memperbaharui websitemu dengan konten-konten yang baru, semakin baik pula rankingmu.

Jika kamu bisa memposting seminggu sekali, kamu akan melihat hasil yang signifikan dalam beberapa bulan setelahnya. Semuanya akan sangat membantumu, tetapi dengan komitmen dan selalu memposting sebanyak kamu bisa dengan konten yang berkualitas maka traffic websitemu juga akan naik dilevel yang lebih tinggi.

Ketika kamu memilih topik yang akan kamu tulis, apakah kamu juga mempertimbangkan faktor yang ada di mesin pencari, seperti jumlah pencarian?
Tidak. Aku akan menulis sesuai dengan pengalaman terbaru yang aku dapatkan atau sebuah topik yang sedang orang-orang butuhkan. Aku selalu menggunakan keyword tertentu ketika aku menulis, tetapi aku tidak masuk terlalu dalam hal-hal SEO tersebut.

Topik apa yang paling dapat menggerakkan traffic dalam mesin pencari?
Aku mempunyai tiga konten yang paling popular :
·           - Sebuah post yang membicarakan tentang memulai karir sebagai freelance
·           - Sebuah sumber daya yang bagus untuk menulis sebuah rencana bisnis freelance (dengan             gratis PDF file)
·           -  Sebuah tutorial dengan desain logo monogram
Kamu akan menyadarinya bahwa tiap konten mempunyai hal yang unik. 

Diakhir tahun 2013, kamu kembali focus ke konten di brentgalloway.me untuk menarik lebih banyak klien dan orang-orang yang kurang kreatif. Bagaimana perubahan dalam hal ini?
Sejak aku membuat keputusan besar ini dengan memusatkan pada pengunjung, aku hanya melihat pertumbuhan pada kedua situs pribadiku dan blog freelanceku, Your Freelance Career.

Sekarang pengunjungku menjadi terbagi dan hal ini menjadi lebih baik. Aku dapat menumbuhkan komunitas freelanceku sementara aku juga memfokuskan diri untuk mengarahkan klien ke website pribadiku, tanpa harus mencampurkan keduanya. Dalam situs pribadiku jika kamu lihat sekarang keseluruhan telah ditulis secara spesifik untuk klien-klien yang potensial.

Menurutmu secara personal, konten seperti apa yang dapat menarik minat para klien?

Sebagian besar klienku mengatakan bahwa mereka menemukanku dari Google, dan mereka buka homepageku, jadi aku bisa simpulkan bahwa semua ini saling terhubung dan poin dari ini semua adalah calls-to-action.

Walaupun, beberapa klien juga mengatakan bahwa mereka mendatangiku karena mereka merasa sesuai dan paham dengan apa yang aku kerjakan. Contoh yang bisa aku tunjukkan dari projek terbaruku adalah, sebuah logo untu Twin Roots, Inc.

Apa yang membuat sebuah studi kasus menjadi bagus?
Aku rasa ini tergantung pada jenis pekerjaanmu dan tipe klien yang bekerjasama denganmu. Untukku, pekerjaanku dan klienku, aku fokuskan studi kasusku dalam dua hal : apa yang menjadi tujuan klien dan bagaimana aku dapat membantu mencapai tujuan itu.

Aku membagikan  banyak hal mengenai proses kerjanya. Aku piker akan lebih penting jika kamu lebih membagikan mengenai bagaimana prosesnya.

Buatlah ringkas, fokus dengan tujuan klien, dan tunjukkan proses kerjamu dalam bentuk tulisan dan visual.



Untuk yang terakhir, apa saranmu untuk para freelancer yang baru mulai tanpa menggunakan SEO?
Untuk siapapun yang baru saja memulai dengan SEO, ketahuilah bahwa hal itu membutuhkan waktu dan komitmen.

Untuk menempati laman pertama di Google tidak mudah hanya dengan mempublis satu artikel semalam suntuk. Membutuhkan konsistensi, kualitas, dan kesabaran. Meskipun kamu tidak menggunakan SEO dan hanya mempublis konten yang mempunyai nilai bagus, kamu juga bisa, karena itu dapat dibagikan. Kamu tidak harus membeli sebuah buku untuk menjadi seorang SEO yang expert, kamu hanya harus memulai untuk membuatnya. Dan pastikan apa yang kamu buat ini cukup bagus dan mudah dimengerti untuk dibaca oleh orang lain dan juga unik (mempunyai ciri khas).


Dikutip dari http://www.flauntmydesign.com/seo-for-freelance-creatives?utm_content=bufferf539b&utm_medium=social&utm_source=twitter.com&utm_campaign=buffer#SEO dengan beberapa perubahan yang disesuaikan.
Read More
Wednesday, September 2, 2015
MEMPELAJARI SEO DARI FREELANCE GRAFIK DESAIN NO.1 (PART I)

MEMPELAJARI SEO DARI FREELANCE GRAFIK DESAIN NO.1 (PART I)

Di Google, Brent Galloway merupakan grafik desainer freelance. Website pribadi Brent adalah, brentgalloway.me, yang telah berada tetap di halaman pertaman Google selama 2 tahun terakhir ini. Ada banyak pertanyaan bernilai dalam interview berikut ini!


Bacalah untuk mengetahui bagaimana Brent Galloway dalam melakukan SEO, dan hasilnya, serta stategi konten yang dia gunakan!


The Basics

Halo, Brent! Apa yang kamu kerjakan ini dan untuk siapa?

Aku seorang freelance grafik desainer yang focus di logo dan desain t-shirt. Segmen desain yang sedang aku kerjakan ini untuk bisnis kecil dan orang lain yang mempunyai passion terhadap apa yang dia kerjakan.

Walaupun aku tidak memiliki target pasar yang jelas, tapu aku sangat selektif tentang project apa yang aku ambil. Jika seorang klien tidak memahami apa yang menjadi tujuan mereka atau tidak merasa yakin tentang projek yang meraka lakukan, maka aku juga tidak akan mengambil projek itu dalam jadwalku.


Kapan kamu mengeluarkan brentgalloway.me?

Aku melauncingnya pada bulan juni tahun 2012 silam. Saat itu aku sedang me-rebrand secara besar besaran bisnis freelanceku, dan pada saat itu juga aku memulai hal itu dengan serius.

Siapa targetmu dalam brentgalloway.me?

Target dalam websiteku ini adalaha semua orang yang tertarik dalam membuat logo secara custom atau membuat desain t-shirt.

Selain itu, aku juga mendapatkan banyak pertanyaan dari desainer lain yang juga melihat artikel lamaku mengenai freelance. Ketika aku melaunching websiteku ini, aku juga membagikan beberapa pengalamanku dalam beberapa topik, dan dalam masing-masing topik tersebut dapat memberikan alasan dan tujuan yang berbeda.

Aku telah belajar banyak hal sejak itu, dan saat ini aku mencoba untuk selalu bekerja dibidang grafik desain dan hal yang serupa dan juga aku selalu memperbaharui bisnis freelanceku dengan projek projek terbaru yang telah aku kerjakan.

Apa keyword utamamu/frase keyword yang kamu gunakan?

Keyword yang aku gunakan dalam setiap halaman websiteku adalah “Brent Galloway – Freelance Graphic Designer in Ohio”.

Aku memakai keyword ini karena dapat menggambarkan secara jelas siapa aku dan apa yang aku kerjakan dengan sangat singkat, padat dan jelas. Meskipun keyword itu bukan judul lamanku, tapi aku mendapatkan dengan spesifik apa yang aku maksudkan: “aku adalah Brent Galloway, seorang freelance grafik desainer dari Ohio yang mempunyai spesialisasi di pembuatan logo serta desain t-shirt”.

Pada awalnya, aku terlalu ambisius dengan keyword ini – tapi aku akan jujur – ketika aku baru memulai ini semua, aku tidak tahu apa yang sedang aku lakukan. Aku menggunakan judul yang aku inginkan, agar aku dikenla sebagaimana mestinya, dan aku stuck dengan itu.


The Results

“Aku mulai dengan mengirimkan email kepada setiap klienku, agar aku  bisa mendapatkan 1-3 projek baru tiap minggunya”
Kapan kamu mulai menempati laman pertama di Google? Dan apa yang kamu lakukan untuk mencapai itu?

Aku tidak tahu kapan tepatnya ketika aku menempati lama pertama di Google – hal itu sangat mengejutkan ketika aku menemukannya. Aku harus mengatakan bahwa aku berhutang budi atas rankingku saat ini pada komitmenku yang terdapat di judulku ini. Selama 3 tahun lebih, aku harus stuck sebagai freelancer.  Tapi hal tersebut dapat membuatku bangga. Dan aku menggunakakannya dalam tulisanku, aku menulis konten mengenai freelance sebagai grafik desainer dan hal itu terbayarkan.

Apakah aku telah menyebutkan proses yang aku lalui selama 3 tahun lebih tersebut? 

Itu sangat penting! Banyak orang melihat hanya pada hasil yang terlihat saat ini – dan tidak hanya memikirkan bagaimana hal ini terjadi. Jika kamu ingin dikenal dengan baik untuk suatu hal, maka kamu harus banyak bersabar dan dedikasikan untuk selalu memperlihatkannya setiap hari.

Berapa banyak orang yang mengunjungi brenygalloway.me setiap bulannya?

Pada tahun ini (per April, 2015), rata – rata websiteku dikunjungi sebanyak 6,700 orang perbulan.

Ketika aku melaunching websiteku, aku merasa sangat beruntung jika aku mencapai 100 lebih pengunjung. Tetapi aku tidak pernah memprioritaskan pengunjung untuk lamanku. Aku terus menambahkan konten baru dilamanku, memperbaharui portofolioku, dan berinteraksi dengan orang-orang yang sedang online dimanapun mereka berasal. Dan hasilnya, trafficku meningkat dengan siknifikan.

61.5% dalam traffic websiteku berasal dari organic searches. Sepanjang tahun ini (2015), sebanyak 79.8% merupakan pengnjung baru dan 20.2% merupakan pengunjung lama.

Walaupun laman pengunjung merupakan hal yang bagus untuk mereview, melihat  mailing listku yang terus bertambah dan terdapat banyak email respon dari para pembaca itu merupakan hal yang lebih penting bagiku. I mencoba untuk tidak terlalu focus pada laman pengunjung, karena kau lebih berfokus pada pembuatan konten untuk websiteku. Terlalu banyak orang yang hanya berasal dari Facebook likes, retweet, dan sebagainya. Tapi jumlah itu tidak akan berguna jika mereka tidak membuahkan hasil.

Bagaimana brentgalloway.me dapat menjalankan bisnis freelance mu?

Websiteku ini merupakan mesin penggerak dari apa yang aku kerjakan. Tanpa websiteku ini, aku tidak akan mempunyai bisnis. 

Baru-baru ini, 100% dari perkerjaanku diselesaikan secara online. Aku tidak berkerja dengan klien local dalam beberapa tahun dan itu karena pilihan.

Kontenku ini yang membawa lalu lintas pembaca, kemudian dari website itu muncullah permintaan untuk projek – projek baru. Setiap amannya aku tulisa dengan cermat, didesain dengan detail, dan aku link melalui beberapa media social untuk mendapatkan respon. Sejak aku memulai bisnis freelance ku dengan serius di tahun 2012, aku sudah melihat perkembangan dari websiteku ini.

Aku mulai mengirimkan email-email pada para klien, untuk emndapatkan 1-3 projek baru tiap minggunya. Dan semua itu berkat websiteku. Aku sangat bersyukur karena sekarang aku hanya menunggu projek itu datang menemuniku berbeda dengan dulu dimana aku yang mencari mereka. Dan lagi, ini merupakan hasil selama 3 tahun lebih aku selalu memperlihatkan diriku untuk mendapatkan kesempatan ini.

Saat ini, apakah permintaan terbanyakmu di desain logo dan t-shirt?

Yap, betul! Dan aku sangat senang dengan hal itu. Dalam websiteku, aku membuatnya menjadi lebih spesifik mengenai apa yang aku kerjakan, dan aku menunjukkannya dengan membuat protofolio online agar mereka bisa melihat dan menilai sendiri. Membuat sebuah formulir kontak yang dinamis secara online juga dapat membantu menyortir pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan dapat mengumpulkan informasi mengenai projek mana yang harusnya aku ambil.

Aku kadang-kadang mendapatkan permintaan random yang merupakan bukan dibidangku, dan kebanyakan untuk hal tersebut, aku menolaknya. Karena ini sangat penting, aku tinggal dengan lingkunganku yang sekarang dan aku harus selektif dalam memilih klien untuk dimasukkan dalam jadwalku.

SEO : Dalam Gambaran Besar
“terdapat banyak sekali menfaat dalam menulis, dan aku berhutang banyak padanya”
Kompetisi dalam industry yang kamu tekuni saat ini sangatlah luas! Mengapa kamu bisa berhasil dengan SEO ini? Apa yang membuatmu berbeda dengan yang lain?

Aku akan memberitahumu sebuah rahasiaku dan hal ini yang membawaku sekarang………hal itu adalah menulis. Semua ini dimulai dari menulis. Jika aku ingin menambah pendengar, mendapatkan klien yang lebih baik, menjual produkmu, atau memposisikan dirimu sebagai seorang yang expert, kamu harus mulai menulis. Aku menulis websiteku dan itu membawaku kedalam sebuah traffic yang tinggi, aku mengirimkan beberapa newslatter dimana hal itu dapat menambah pembacaku, aku menulis tentang produkku, aku menulis sebuah buku untuk memulai karir freelanceku dan satu persatu list yang aku punya dapat dicentang.

Terdapat banyak sekali manfaat dalam menulis, dan aku berhutang banyak pada hal itu. Tanpa melalui tahap ini untuk membagikan hal yang aku tahu, jika tidak ada hal itu, tidak aka nada yang mengunjungi lamanan websiteku.

Mengapa kamu berifikir bahwa rankingmu ini akan bertahan? Apa yang kamu lakukan untuk menjaga itu?

Untuk saat ini  aku hanya mengikuti apa yang ada saja. Aku mulai dengan judul freelance desainer grafik dan aku menempelkannya. Dari pengalamanku, selama aku tetap konsisten dan terus membuat konten baru, aku akan terus melihat hasil yang selalu bertambah besar.

Google telah mengimplementasikan beberapa perubahan penting beberapa tahun belakangan ini (Panda, Penguin, dan lain-lain) bangaimana hal ini dapat berpengaruh padamu?

Jujur saja, aku bukan seorang SEO yang expert, jadi au tidak begitu mengikuti perkembangan hal-hal terbaru disana. Aku hanya fokus dalam memberikan nilai-nilai yang bermanfaat dalam konten yang aku bagikan dan terus memperlihatkan diri ditiap harinya. Dengan itu dan dengan beberapa latihan yang terbaik, aku terus mendapatkan pertumbuhan hasil yang kudapatkan.

Jika kamu memilih satu hal, hal paling efektif pakah yang telah kamu lakukan dalam bidang SEO ini?

Salah satu hal paling efektif dalam bidang SEO yang telah aku kerjakan adalah membagi secara spesifik keywordku, membuat konten stategi, dan membuat konten secara konstan.

Lebih berkualitas dan unik konten yang kamu buat, makan Goolgle juga akan lebih menyukain websitemu.

Apakah kamu mempunyai  sebuah moment ketika kamu mencapai rankingmu yang sekarang?

Tidak ada hal yang sangat berarti buatku, tetapi ketika aku menulis tentang freelance disana aku mendapatkan perhatian yang besar, dan aku juga mendapatkan kesempatan sebagai penulis tamu di sebuah blog yang telah mempunyai pembaca yang cukup besar.

Sebagai penulis tamu dalam blog tersebut tidak hanya memperbaiki tulisanku, hal itu juga dapat membantuku untuk menjalankan website pribadiku, dimana hal itu juga dapat membantu dalam pencarian di ranking search engineDan lagi, ini semua berkat tulisan!

Apakah kamu pernah melakukan keslahan terbesar dalam SEO?

Ya! Kesalahan terbesar dalam SEO dan juga dalam bisnisku adalah aku tidak memfokuskan pada pengunjung websiteku.

Ketika aku meluncurkan websiteku untuk pertama kalinya, aku membagikan pengalamanku dalam berbagai topik, dimana hal itu dapat menyaring pengunjung yang potensial, orang-orang tertarik dengan freelance-thingy dan berbagai desainer grafik.

Dan akhirnya aku menyadari kesalahanku di akhir 2013, kamu dapat membacanya diblogku ini : A Commitment That's Changing My Freelance Career 


Dikutip dari http://www.flauntmydesign.com/seo-for-freelance-creatives?utm_content=bufferf539b&utm_medium=social&utm_source=twitter.com&utm_campaign=buffer#SEO dengan beberapa perubahan yang disesuaikan.

Read More
Thursday, May 28, 2015
Empat Pelajaran Mengenai Mengapa Freelancers Gagal di Media Sosial – oleh Susanna Gebauer

Empat Pelajaran Mengenai Mengapa Freelancers Gagal di Media Sosial – oleh Susanna Gebauer






Ada beberapa hal yang dalam berbagai aktivitas di media sosial ternyata bisa berpengaruh buruk bukan hanya ke dunia freelance, tetapi juga ke brand atau perusahaan yang sudah mapan sekalipun. Brand yang sudah mapan telah mempunyai nama sedangkan seorang freelancer biasanya memulai dari nol – atau dengan reputasi sebagai seorang ahli, “otak” dari suatu brand, atau bahkan hanya sebagai orang yang menyenangkan untuk bekerja dengan orang lain. Jika kita (sebagai sebuah brand) telah mempunyai reputasi yang lumayan baik, hal ini akan menjadi awal yang lebih mudah dibanding kita memulai dari nol sebagai freelancer.

Pelajaran 1:
Menjual/mendapatkan pelanggan adalah sebuah proses yang panjang – hal ini pun berlaku di media sosial

Ini adalah kesalahan pertama yang dilakukan beberapa orang (bukan hanya para freelancers): mereka mengharapkan hasil yang instan setelah action pertama yang mereka lakukan. Biasanya hal ini salah. Media sosial adalah tentang kreasi – membangun hubungan, membangun reputasi, membangun brand, dan membuat bagaimana brand kita ini “terlihat”. Dan hal ini butuh waktu, meskipun dalam dunia offline ataupun online.


Pelajaran 2:
Media sosial adalah mengenai interaksi dan hubungan. Tidak berkaitan dengan perihal penjualan. Carilah target audiens kita dan berikan apa yang mereka butuhkan.

Hal ini bisa menjurus ke kesalahan berikutnya: Dengan siapa kita berbicara? Banyak orang membawa topik penjualan dalam media sosial tanpa mempertimbangkan siapa audiens yang akan mereka jangkau dan dimana mereka akan mendapatkannya. Bayangkan kita pergi ke pesta dan malahan dalam pesta itu kita mengoceh tentang pekerjaan atau prestasi kita. Tidak pantas bukan? Hal ini pula yang terjadi pada sosial media.

Biasanya kita memulai jaringan baru dengan menghubungi orang-orang yang telah kita kenal. Tapi kenyataannya, untuk mempromosikan jasa kepada sahabat kita, kita tidak memerlukan Facebook atau Twitter. Carilah momen yang tepat, dan juga sesuaikan dengan kebutuhan mereka


Pelajaran 3:
Apakah value yang kita tawarkan? Kita ingin dikenal sebagai apa? Bagaimana kita bisa membuat orang lain tertarik bekerja dengan kita?

Selanjutnya, pikirkan mengenai pesan yang kita bawakan. Berapa jumlah teman kita di Facebook? Berapa jumlah orang yang kita follow di Twitter? Jika di bawah 100, kita masih punya kesempatan untuk mengecek setiap postingan mereka. Jika lebih dari itu, kita harus lebih selektif.

Pesan yang kita bawakan, konten yang kita share, dan pemilihan kata dari postingan kita adalah faktor-faktor krusial yang menentukan keberhasilan kita. Untuk mendapatkan perhatian dari target audiens kita, kita harus membagikan informasi yang mereka inginkan dan mereka butuhkan – dan bukan yang kita ingin mereka untuk baca atau apa yang ingin kita jual ke mereka.
Kita harus mendapatkan perhatian di media sosial. Jika kita memberikan sesuatu yang bernilai di mata audiens, audiens kita tidak akan berkeberatan untuk menyimpan alamat dan penjelasan mengenai jasa yang kita tawarkan. Jangan lakukan sebaliknya. Jika kalian tidak percaya, cobalah pergi ke networking event berikutnya dan katakan “Saya menawarkan jasa xy dengan harga yang murah” lalu lihatlah apa yang terjadi selanjutnya.


Pelajaran 4:
Menjadi freelancer selalu lebih berat

Sebagai seorang freelancer, kita akan bekerja sendirian. Jika kita mempunyai banyak klien, kita akan menjadi hanya punya sedikit waktu untuk menangani media sosial kita. Khususnya jika kita baru memulai bisnis, peran media sosial menjadi sangat penting dan membutuhkan waktu untuk mengurusnya. Atau mungkin juga kita mempekerjakan seseorang untuk mengurus hal yang satu ini.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, jika kita memulai sebagai freelancer, kita akan merintis dari awal. Sebagai sebuah brand, kita sering diharuskan untuk mendapatkan pelanggan setia. Bayangkan brand yang sudah mapan seperti Ferrari, orang-orang akan menyukai brand seperti Ferrari walaupun tidak pernah melihat media sosial Ferrari.

Kesimpulan:
Jika hal-hal ini terasa sia-sia, jangan salah. Karena jika kita melakukannya dengan tepat, kesuksesan kita sebagai seorang freelancer akan terlihat paling bersinar. Ferrari tidak mendapatkan sisi visibility dari 30 juta fansnya, sedangkan kita mendapatkan hal ini dari 30000 fans kita. Kita dapat memanfaatkan peluang untuk berkompetisi melalui media sosial.


Tentu saja hal ini membutuhkan waktu dan usaha. Tetapi jika kita mengusahakannya dengan baik, jangan pernah melupakan pepatah “usaha keras tidak akan menghianati hasil”.


Read More
Monday, May 11, 2015
Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancers

Tips Mengatur Keuangan untuk Freelancers


Berikut adalah lima tips ampuh untuk mengurus bisnis freelance:






Tulis laporan keuanganmu


Seni dan bisnis memang kedua hal yang sulit digabungkan, apalagi ketika kita adalah seorang freelancer. Hal ini sebenarnya menyenangkan, karena dengan menjadi bos untuk diri kita sendiri, itu juga berarti kita punya departemen keuangan pribadi ;)

Freelancers ingin untuk tetap bekerja, dibayar, dan terhindar dari hutang atau sanksi pajak. Mengurusi hal-hal ini tentunya sangat menyita waktu, padahal mereka perlu banyak waktu untuk mendesain. Lalu bagaimana tips para freelancer untuk hal ini?




Elly Walton telah bekerja sebagai illustrator freelance selama 10 tahun. Klien-kliennya berasal dari dunia periklanan, desain, dan bahkan penerbitan. Dibalik kesuksesannya itu dia masih menggunakan laporan keuangan Excel untuk mencatat pendapatan, pengeluaran, dan pajak untuk dirinya. Walton juga mencatat pekerjaan yang masuk, bagaimana dia memperolehnya, dan menentukan apakah itu adalah hasil promosi atau rekomendasi dari kliennya yang lain. “Saya bisa melihat grafiknya dan dapat memeriksa marketing saya.”


Pertimbangkan untuk memakai sebuah aplikasi keuangan



Walton juga menggunakan template Adobe Photoshop untuk nota dan suka menyimpan bukti tertulis untuk pengerjaan proyeknya, sehingga dia dapat mngeceknya kembali dan juga membubuhkan stempel “LUNAS” ketika pembayarannya telah lunas.



Mengurus seluruh pengeluaran kita tentu tidak susah, namun jika kita menjalankan sebuah perusahaan, mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk memakai sebuah aplikasi keuangan. Hal ini tidak terlalu makan biaya, namun tentunya meringankan beban kita.

Seperti Elly Walton, seorang illustrator kecantikan dan fesyen bernama Willa Gelbie juga menggunakan laporan keuangan. Dia memakai Google Docs, namun pada tahun 2013 dia beralih menggunakan FreeAgent.

Gebbie adalah fans berat FreeAgent. “Saya suka bagaimana aplikasi ini dapat membantu saya membayar SPT tahunan, ini benar-benar menakjubkan’, tambahnya “aplikasi ini juga bisa membayarkan tagihan bank, dan saya dapat memeriksa apa yang sudah dan yang belum saya bayar.”


Segera catat secara rutin





FreeAgent dapat memberikan peringatan pembayaran tagihan secara otomatis kepada penggunanya, dan Gebbie takut hal itu akan sangat “spammy”, sehingga dia lebih suka mengeceknya sendiri. “Saya menulis nota segera setelah saya menyelesaikan job tersebut,” katanya. “Seminggu sekali, saya mengecek pembayaran dan nota-nota yang belum terbayar. Jika ada yang belum membayar hingga lama sekali, saya akan menghubungi setiap beberapa hari sekali.”


Ilustrator sekaligus desainer hand-lettering ternama Linzie Hunter beralih ke sistem online, Wave. Dulunya dia memakai Excel, namun dia merasa lebih terbantu ketika memakai Wave.


“Memiliki sistem cloud berarti dapat mengakses pembayaran dan tagihan dimanapun. Fitur favorit saya adalah akses untuk menyambungkannya dengan rekening bank dan akun PayPal, sehingga saya tidak perlu mengisi secara manual. Wave juga dapat menunjukkan kondisi finansial saya.”


Buatlah detail pembayaran dengan jelas



Wave dan Free Agent mungkin terlihat sangat menarik, namun mereka tidak bisa mengingatkan kita tentang siapa klien yang belum membayar. Elly Walton mengungkapkan “Saya beruntung, tidak ada klien yang tidak membayar- namun saya seringkali bingung mengenai kejelasan detail jangka waktu pembayaran. Tiga puluh hari masih dianggap beralasan”, ungkapnya, “setelah itu, coba tanyakan sesopan mungkin.”

Willa Gebie setuju. “Terkadang klien tidak membayar tepat waktu, namun seringnya hal itu disebabkan oleh bagian keuangan, bukan oleh si art director.”


Bersiap-siaplah





Para ilustrator seringkali mengalami naik turun dunia freelance. Apakah nasehat utama yang sering mereka berikan? “Jika kita memutuskan untuk menjadi freelancer, pastikan kita memahami kemampuan diri kita dan membayar tagihan tepat waktu,” saran Linzie Hunter. “Mungkin di tahun pertama kita akan menemui banyak pengeluaran. Jangan lupa untuk membiasakan menyimpan nota di dompet” lanjutnya.

Willa Gebbie menyetujui hal ini. “Bahkan bisa juga kita sempat membangun bisnis sebelum kita mempunyai kewajiban membayar pajak. Ini adalah kesempatan yang baik.”

“Simpanlah uang bisnis dan uang jajan kita di dalam tempat yang berbeda,” saran Elly Walton. “Jika semua pembayaran ditarik dari satu rekening, dan kita punya bayangan bahwa kita masih punya uang yang cukup untuk membayar ini dan itu; ini adalah strategi yang sangat beresiko.” Rasanya apa yang dikatakan Walton ini tidaklah salah.


dikutip dari: http://www.creativebloq.com/business/how-manage-your-freelance-cashflow-41514648 dengan perubahan seperlunya.
Read More
Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger