a

Monday, December 28, 2015
Trend branding terbesar di tahun 2016

Trend branding terbesar di tahun 2016

Hal-hal mengenai branding telah mengalami beberapa pergeseran beberapa tahun belakangan ini, dan mulai mengakselerasi lebih personal.

Dahulu, sebuah brand hanyalah sebuah representasi sebuah produk ketika belum produk tersebut keluar ke pasaran, yang selama ini ada dibalik layar baja sebuah perusahaan telah berubah lebih mendekati para konsumennya. Sekarang para konsumen lebih mudah untuk berinteraksi dengan suatu brand, menuntut untuk sebuah produk baru dan layanan baru, dan menjadi lebih aktif.

Brand dan teknik branding yang berubahn untuk menggambarkan hal ini dan tidak seperti biasanya untuk melihat sebuah brand ambasador untuk secara langsung berkomunikais dengan para konsumen di media sosial. Tetapi branding ini lebih dari hanya sebuah pemilihan warna, penggunaan font yang sesuai dan …

Sebuah brand akan mewakili seluruh bisnis yangs sedang dilakukan: apa itu, bangaimana prosedurnya, apakah nilai yang terkandung didalamnya. Brand menghilangkan sisi elitnya, dan akan lebih manusawi.

Seluruhnya akan terdapat dalam pertanyaan dibawah ini, apa yang akan terjadi di tahun 2016 dalam bidang branding? Bagaimana brand dan braning berubah dan berkembang untuk mengcover seluruh kebutuhan bisnis dan kostumer? Maka dari itu kami akan membahas beberapa tips yang akan menjadi trend desain branding di tahun 2016 nanti. Simak dibawah ini!

01. Pergantian dari brand ke brand experience

Seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, brand akan lebih menampakkan dirinya denga lebih bisa dengan mudah berinteraksi dengan para konsumen akan lebih pinter. Dan pada akhirnya sebuah branding tidak akan berfokus lagi dengan project yang simple dengan sebuah image tetapi akan mulai dengan aktif mempromosikan pengalaman berinteraksi yang positif dnegan para konsumen dan pendekatan ini akan lebih memudahkan konsumen berhadapan langsung dengan brand tersebut dan hal itu akan membuat branding lebih efektif.

Trend : brand akan lebih memiliki “soft” elemen: mengurangi fokus ke penggunaan font , warna dan image dan akan lebih terhubung dengan pengguna

02. Membuatnya lebih personal

Brand memiliki sebuah arti yang berbeda bagi setiap konsumennya, tetapi dengan platform media sosial sebagai metode berinteraksi yang baru dengan para konsumennya, brand tersebut telah merangkul para konsumennya dengan lebih personal.
Hal ini telah dilakukan oleh beberapa brand ternama di dunia, seperti yang dilakukan Mercedes, sekarang kamu bisa dengan mudah pergi ke jerman dan mengambil sendiri mobila anda di jerman, atau  jam Rolex yang membuatkan apa yang anda inginkan tetapi hal ini telah menjadi terlalu mainstream untuk saat ini. Meskipun begitu trend ini terus dipakai oleh beberapa brand 
ternama lainnya, seperti Apple yang menawarkan tulisan ukiran nam di belakang device mu atau Coca Cola yang memembuat botol atau kaleng minuman yang bertuliskan namamu.  

Trend : brand akan berinteraksi dengan konsumen dengan level yang lebih personal, dan lebih memahami yang konsumen sedang butuhkan

03. Lebih kemanusiaan

Kamu mungkin akan akan lebih memikirkan brand yang menjadi lebih personal terhadap konsumennya, tetapi hal itu tidak akan memiliki banyak perbedaan dengan brand yang lain yang menjari kekhasannya.  Akhir-akhir ini brand lebih banyak menunjukkan dirinya secara lebih personal, tetapi para konsumen akan membuang mukanya jika brand tersebut tidak memiliki rasa kemanusiaan.
Ingat ketika Starbuck dan Amazon berada dalam kesulitan ketika ada berita mengenai  masalah perpajakan mereka. Tetapi dengan cerdik, mereka mulai melakukan hal yang lain untuk menutupi masalah tersebut, untuk menciptakan rasa kemanusiaan dan kekeluargaan yang kuat dan juga akrab secara emosional.

Trend : Branding akan berubah dengan lebih mengedepankan atribut kemanusiaan untuk lebih meningkatkan rasa keakraban dengan para penggunan dan konsumen secara emosional.

04. Lebih banyak inisiasi dari pihak internal

Untuk saat ini para pekerja dan para stakeholder akan lebih memiliki inisiasi untuk membangun sebuah brand. Pesan dalam branding akan lebih banyak berasal dari dalam perusahaan daripada dari luar.

Begitulah beberapa trend yang diprediksi yang akan berkembang di tahun 2016.



Dikutip dari http://www.creativebloq.com/branding/2016-trends-121518346 dengan beberapa perubahan bahasa yang telah disesuiakan.

Read More
Thursday, August 27, 2015
5 Tren Branding yang Cukup Besar di Tahun 2015

5 Tren Branding yang Cukup Besar di Tahun 2015

Kita telah memasuki era baru untuk branding yaitu “Human Era” – cari tahu apa maksud dari era tersebut..

 Source : http://www.realtimeminds.com/

Di tahun 2014 lalu, semua brand dapat kita lihat dengan mudah dimanapun itu, serasa brand tersebut melompat ke dalam kehidupan kita – mencari sisi kemanusiaan dan mempelajari untuk terhubung dengan cara yang otentik. Beberapa dari mereka baru merasakan hal ini untuk pertama kalinya. Bahkan beberapa institusi terkenal mulai mengikuti alur ini, dengan menyingkirkan jargon mereka dan mulai berbicara dan berakting layaknya manusia.

Di Lippincott, kita telah melihat adanya perubahan yang fundamental dari brand dengan “era institusional” menjadi “Human Era”. Baru-baru ini brand-brand besar mulai merubah diri menjadi lebih datar dan tidak terlalu menonjolkan diri mereka seperti sebelumnya. Mereka mendengarkan dunia sekitar dan sangat terbuka dengan masukan dari kostumer. Dengan mengeluarkan brand yang lebih mendalam dan personal, serta lebih inklusif. Mereka menyadari bahwa customer tidak hanya sekedar membeli produk tersebut, tetapi mereka juga membeli untuk ‘memiliki’nya. 

Kami sadar bahwa dekade formalitas telah runtuh dan  membiasakan diri untuk menjalani hubungan yang tulus akan lebih menantang, terkadang terasa menyakitkan untuk beberapa institusi. Namun, beberapa pemimpin pada Human Era  mulai muncul ditahun 2014 dan mereka layak mendapatkan apresiasi karena telah membawa angin segar di bidang ini.

01. Berbicara dan Berperilaku Layaknya Manusia

- Ikea merubah billboard menjadi sebuah area panjat dinding

Menghubungkan diri dengan Human Era, sebuah perusahaan harus lebih meningkatkan komunikasi timbal balik dari  mata ke mata daripada hanya komunikasi satu arah semata. Pada tahun 2014, Ikea melakukan sebuah usaha untuk mengkomunikasikan ke pelanggan dengan cara yang lebih sederhana dan unik.

Mereka merubah konsep toko mereka selayaknya tuan rumah, sebagai contoh, pada alat desain digital, memungkinkan pelanggan mereka untuk menempatkan furniture Ikea ke dalam ruang tamu dan dapur mereka. Di Rusia, Ikea mendesain movie theater dengan kasur dan bantal, dan mengubah mereka menjadi sebuah kamar tidur yang sangat besar. Untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk para pelanggan, dengan mengubah bagian terburuk ketika kita pergi ke bioskop – dari kursi yang vertikal menjadi horizontal dan pastinya akan lebih nyaman.

Tidak mengejutkan untuk sebuh perusahaan yang telah menjadikan papan iklan menjadi sebuah dinding panjat atau memakai hal tersebut sebagai katalog raksasa untuk menarik perhatian para perusahaan teknologi. Para karyawan Ikea sadar akan “cara marketing antropoli” dengan memberikan sebuah solusi yang dibutuhkan pelanggan untuk menjalin sebuah ikatan dengan mereka.

02. Realistis 

- chipotle memperlihatkan dengan gamblang aktifitas yang mereka lakukan

Pergilah jauh-jauh ketika kamu diharuskan menjadi sempurna. Pada Human Era ini perusahaan diperbolehkan mempunyai masalah dan membiarkanmu untuk melihat dan mencari tahu sendiri apa yang terjadi dibalik permasalahan tersebut. Mereka mengangkat sifat transparan dalam level terbaru ini dan memperlihatkan padamu siapa mereka yang sesungguhnya. 

Chipotle, sebuah toko burrito, yang membentuk brandnya dengan hal ini. Mereka telah melakukan transparansi mengenai bagaimana mereka mendapatkan bahan-bahan untuk burrito mereka, dengan menggunakan animasi dan desain untuk mengkomunikasikan misi ‘menggunakan sumber daya yang terbarukan’.

Dengan upaya menciptakan branding yang menggambarkan bahwa makanan yang disediakan untuk pelanggan mereka merupakan produk yang ramah lingkungan, mendukung dalam melawan global warming dan antibiotik.  meskipun masi belum terlalu sempurna. Bahkan, Chipotle mendeskripsikan dirinya dengan ‘perubahan yang konstan’ dengan bekerja untuk mencari dan mendapatkan yang lebih baik, dan sumber daya yang dapat terbarukan.


03. Kembalinya Hal yang Menyenangkan

Hubungan pada tingkat yang lebih manusiawi ini menunjukkan sebuah kepribadian dan telah menciptakan karakter unik. Virgin Amerika, sebagai contohnya, mereka menempatkan hal-hal menyenangkan tersebut ke dalam cara memesan penerbangan yang mudah untuk para pelanggan mereka. 

Tahun ini, maskapai ini memperkenalkan hal terbaru mereka, yaitu situs lintas-device. Sederhana, manis dan intuitif, maskapai ini mengambil pendekatan yang lebih berpusat pada manusia untuk membuatnya lebih luar biasa.

Keputusan ini dibuat satu per satu dan dikumpulkan dalam satu frame besar. Dengan merancang dan memperkenalkan avatar animasi yang dibuat untuk peluncuran website mereka, Virgin America telah berhasil membuat fitur-fitur untuk berkomunikasi  yang lebih mudah dan aksesnya lebih gampang, termasuk juga para pelanggan dimudahkan mencetak boarding pass mereka.

- British Gas telah membuat brandingnya menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti di tahun 2014 lalu

Dalam kepemimpinan umumnya sangat memperhatikan pada perubahan perubahan besar tetapi mereka kadang melupakan hal-hal kecil yang juga berdampak pada pelanggan mereka. Beberapa dari mereka tidak menyadari bahwa hal-hal kecil juga dapat menjadi masalah besar. Sederhananya, ketika terdapat suatu potongan dalam tagihan bulanan maka secara fundamental dapat mengubah persepsi suatu perusahaan. 

Pada British Gas, perombakan besar secara radikal terdapat dalam suatu tagihan – yang sekarang dibuat lebih sederhana dan lebih mudah dipahami – memperlihatkan bahwa terdapat 10 persen penurunan dalam panggilan pelanggan. Pada desain yang baru dibuat sebagai katalis yang ditujukan untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelanggan mereka.

04. Empati

Dari manajemen hingga front line, sebuah perusahaan yang bersifat ke-manusiaan lebih mengedepankan layanan secara lisan untuk menjadi “customer-driven”. Mereka memiliki budaya di mana karyawan mereka diusahakan untuk memasuki kehidupan para pelanggan. Tahun ini, Southwest Airlines memasang sebuah gambar hati ke dalam brand mereka. 

- Southwest Airlines memasang gambar hati ke brand mereka tahun ini

Dengan budaya ikonik yang lebih dikenal dengan menempatkan pelanggan pertama, Southwest memperbaharui desain visual mereka, dengan memadukan identitas mereka dan simbol hati.

Hati digunakan untuk menyampaikan passion perusahaan untuk para pelanggan, baik dalam penerbangan dan dibalik layar. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Southwest merupakan bisnis yang bertentangan dengan industri penerbangan selayaknya.

05. Memberdayakan Individu Sebagai Brand

Brand pada era manusia mempercayai dan memberdayakan orang-orang yang ada. Mereka membuang skrip dan mempercayakannya pada karyawan, dan terkadang pelanggan digunakan untuk menunjukkan brand mereka. Pada tahun ini, Airbnb memperkenalkan Airbnb yang memungkinkan pelanggan untuk membuat logo mereka sendiri.

Simbol-simbol unik buatan para pelanggan dapat menggambarkan keunikan masing-masing individu yang membuat. Program ini menunjukkan bahwa Airbnb tidak dapat dipisahkan dari para pelanggan setia mereka tetapi tetap dibawah naungan mereka.

- Airbnb memungkinkan pelanggan untuk menciptakan logo mereka sendiri

Tidak dapat dipungkiri di tahun 2015 ini perusahaan-perusahaan akan terus memanusiakan diri. Untuk mencegah kekacauan ini, di perlukan sebuah kepemimpinan yang dapat mengambil langkah berani untuk menunjukkan perusahaan mereka, dan menawarkan akses VIP untuk para pelanggan ke dalam bisnis yang sedang mereka jalankan.



Dengan mengambil beberapa  dari brand di atas, perusahaan di Human Era ini dapat menemukan nilai dari pemanfaatan kekuatan koneksi satu sama lain.


Dikutip dari http://www.creativebloq.com/advertising/5-big-branding-trends-2015-121413734. 
Read More
Monday, August 24, 2015
7 Desain Logo Yang Telah Berubah Menjadi Lebih Simple di Tahun 2015

7 Desain Logo Yang Telah Berubah Menjadi Lebih Simple di Tahun 2015

Niall O’Loughlin baru-baru ini telah meneliti tren perubahan desain logo menjadi lebih simple / sederhana dan melihat pada beberapa contoh penting.


Hal ini menjadi semakin popular bagi beberapa merek untuk mengubah desain logo mereka agar tidak ketinggalan jaman. Logo awal yang komplek dan telah menyimpan kenangan bagi organisasi tersebut mulai mencari desain yang lebih sederhana dengan potongan yang jelas dan mengesankan tetapi tetap menjelaskan brand mereka. 

Selama beberapa bulan pertama tahun 2015, kami telah melihat adanya perubahan logo yang tidak sedikit dan sebagian besar dari dari re-desain tersebut berubah menjadi logo yang lebih sederhana. Mati kita lihat 7 logo signifikan yang telah mengalami perubahan pada tahun 2015.

01. Integrated research

> Logo yang baru difokuskan hanya pada inisial nama perusahaan
IR merupakan perusahaan Australia yang dikenal sebagai pemimpin global dengan performa yang bagus dalam manajemen perangkat lunak dan telah benar-benar menunjukkan logo yang sederhana pada desain barunya. Logo asli dari IR menampilkan monogram hijau dengan ketikan nama perusahaan menggunakan Museo disampingnya.

Logo yang baru telah berubah menjadi lebih sederhana dalam ekstraksi inisial yang sangat minim dan menghasilkan logo yang lebih percaya diri juga kontemporer. Ini adalah contoh minimalis yang sangat bagus dengan tetap menggunakan tiga warna dan tidak terlihat seperti logo lama, hasilnya sangatlah terlihat bagus baik ditempatkan di papan reklame ataupun di alat tulis.

02. Royal Albert Hall


> Logo RAH ini terlihat sangat berbeda
Pusat seni pertunjukan terkenal yang berada di London ini telah melakukan perbaikan dalam upaya untuk menarik khalayak yang lebih luas dan perubahan logo yang merupakan bagian dari tampilan baru mereka.


Lembaga ini bekerja sama dengan Lembaga amal dari perusahaan konsultan startegi BrandPie dan tujuan dari logo baru tersebut adalah untuk menekan reputasi sebagai tempat yang berkelas dunia.



Siluet khas Hall tersebut merupakan fitur yang terdapat pada logo yang dirancang untuk digunakan diberbagai media. Berbeda dengan logo yang telah mengalami  perubahan baru-baru ini, pada logo baru tersebut masih diperdebatkan apakah desainnya memiliki desain yang lebih sederhana dari logo yang lama atau tidak. Walaupun logo baru RAH terlihat lebih kecil dan bersih, yang hanya memiliki lima warna (yang berasal dari dua warna) dan siluet yang lebih kompleks.

03. Toronto Raptors

Tim basket asal Kanada ini telah menghilangkan gambar dinosaurus pada desain logo terbarunya
Logo waralaba NBA ini yang diresmikan pada akhir tahun lalu telah digantikan dengan desain logo yang cukup dasar yang tertutup dalam lingkaran.

Hal ini menjadi semakin panas dengan adanya perubahan logo yang dilakukan oleh rival mereka di NBA, Brooklyn Nets. Logo ini merupakan bagian dari upaya rebranding, yang juga termasuk dalam kampanye ‘We Are The North’.

04. Banco Popular

Logo Bank ini telah menghilangkan kata ‘Bank’, dan berubah menjadi sangat sederhana
Organisasi ini merupakan salah satu kelompok bank terbesar di Spanyol dan logo barunya sangat menekankan pada batas-batas kesederhanaan. Nama ‘Banco’ telah sepenuhnya dihapus dari logo asli yang sekarang hanya memiliki nama ‘Popular’; logo tersebut menggunakan Serifs begitupun juga pada kasus kedua.

Sebuah garis miring sering ditempatkan di bawah logo dengan slogan seperti 'Con Paso Firme' (Tegas maju) yang digunakan dalam sebuah iklan. Garis miring ini merupakan perangkat visual yang sangat baik dan memungkinkan logo untuk berdiri melawan latar belakang apapun.

05. Verifone

Beberapa orang akan merasa kehilangan dengan bentuk miring berwarna biru pada logo lama
Tuhan tahu siapa saja yang tersudut, bentuk miring pada logo VeriFone yang lama seharusnya untuk mewakilinya. Sebuah catatan Bank yang dilipat? Sepertinya mereka akhirnya menyadari bahwa mereka tidak tahu apa maksud dari bentuk itu, dan membuang semuanya untuk tetap aman namun memaksimalkan warna highlight.

06. Open Table

Logo OpenTable berubah dari 3D menjadi 2D
OpenTable membuang desain tiga dimensi dan perspektif linear pada logo barunya, dengan mendorong tanda datar lingkaran sempurna pada layar .

Pada logo baru  tersebut diatur hanya dalam beberapa bentuk, dengan melambangkan koneksi Open Table dengan resturaunts dan pengunjung dan juga untuk menyoroti fakta bahwa mereka ada untuk membantu pengunjung menemukan yang "sempurna".

07. Daily Motion

Platform video ini menggunakan tipografi untuk menunjukkan citra terbarunya
Diluncurkan pada tahun 2005 dari sebuah tempat di Paris yang merupakan salah satu dari mitranya, Dailymotion adalah salah satu platform video yang lumayan besar setelah Youtube, dengan memiliki sekitar 300 juta penonton dan 30 miliar penayangan video di seluruh dunia per bulannya.

Tahun ini, Dailymotion memperkenalkan logo baru yang menyampaikan kesan selamat tinggal pada ikonnya, dengan memilih logo wordmark sederhana. Kami yakin Kerning membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hal yang paling tepat, tetapi tetap saja, pada akhirnya hal ini adalah penyederhanaan yang cukup radikal.


Dikutip dari http://www.creativebloq.com/branding/7-logos-simplified-2015-71515585 dengan beberapa perubahan.
Read More
7 PERTANYAAN MENGENAI SANG LEGENDA DESAIN LOGO, IVAN CHERMAYEFF

7 PERTANYAAN MENGENAI SANG LEGENDA DESAIN LOGO, IVAN CHERMAYEFF

Seorang desainer logo berusia 82 tahun ini, yang memulai karirnya di NBC sampai akhirnya berada di MoMA, pencetus terciptanya trend desain grafis, dan rasa takutnya dengan menggambar


Jika kamu pernah menyaksikan tayangan showtime di televisi  atau NBC, mengunjungi MoMA atau the Smithsonian, membaca National Geographic atau buku-buku Harper Collins, atau juga pernah berbelanja di Barneys atau Armani Exchange, berarti kamu telah melihat desain grafis karya Ivan Chermayeff dan perusahaannya. Sejak memulai Chermayeff & Geismar & Haviv (yang sekarang bernama Chermayeff & Geismar) pada tahun 1956, dia telah menciptakan ribuan logo dari dulu hingga saat ini yang telah dicetak di western visual culture.



Ivan Chermayeff : kami memulai perusahaan ini sejak tahun 1956. Beberapa tahun yang lalau dan saya hanya sebagai pelajar dan juga sebagai anak lelaki kecil sebelum ini semua. Semua seperti neraka bagi saya selama itu. Saya telah melakukan banyak perkerjaan karena saya sangat menyukai untuk bekerja. Ketika Tom (Geismar) dan saya memulai usaha ini, pada saat itu tidak ada gambaran yang jelas untuk menjelaskan apa itu ‘desain grafis’. Dan ketika seorang supir taksi menanyakan apa yang kamu kerjakan, dan ketika kamu menjawab desain grafis, kamu harus menjelaskan hal tersebut dalam beberapa jam. Dan akhirnya, kami hanya menjawab ‘saya seorang pekerja seni komersial’. Ketika saya menempuh pendidikan di Yale (School of Art and Architecture), disana hanya terdapat 2 tahun pendidikan untuk jurusan desain grafis. Seiring waktu berganti, telah terdapat ratusan hingga ribuan orang yang lulus dari jurusan desain grafis di U.S sendiri.

Pada tahun 50an, ketika seorang sopir taksi bertanya kepadaku, apa yang kamu kerjakan, dan kamu menjawab saya seorang desain grafis,dan kamu harus menjelaskan itu berjam- jam sampai dia mengerti 

Saat co.desain menemui sang legenda desain berusia 82 tahun ini, yang sangat menyukai merobek dan memotong sesuatu, desain grafis merupakan tempat bermainnya, bagaimana dia sangat tidak menyukai hanya duduk diam, dan berurusan dengan klien yang rumit.


Co desain : bagaimana perubahan trens desain grafis sejak anda memulai karir?

Ivan Chermayeff : kami memulai perusahaan ini sejak tahun 1956. Beberapa tahun yang lalau dan saya hanya sebagai pelajar dan juga sebagai anak lelaki kecil sebelum ini semua. Semua seperti neraka bagi saya selama itu. Saya telah melakukan banyak perkerjaan karena saya sangat menyukai untuk bekerja. Ketika Tom (Geismar) dan saya memulai usaha ini, pada saat itu tidak ada gambaran yang jelas untuk menjelaskan apa itu ‘desain grafis’. Dan ketika seorang supir taksi menanyakan apa yang kamu kerjakan, dan ketika kamu menjawab desain grafis, kamu harus menjelaskan hal tersebut dalam beberapa jam. Dan akhirnya, kami hanya menjawab ‘saya seorang pekerja seni komersial’. Ketika saya menempuh pendidikan di Yale (School of Art and Architecture), disana hanya terdapat 2 tahun pendidikan untuk jurusan desain grafis. Seiring waktu berganti, telah terdapat ratusan hingga ribuan orang yang lulus dari jurusan desain grafis di U.S sendiri.

Siapa yang telah menginspirasi anda pada awal masa karir?

Saya terinspirasi oleh beberapa orang besar yang merintis karir yang sama dengan saya saat ini, terutama Paul Rand, beliau merupakan salah seorang guru saya dan telah menjadi teman meskipun kami memiliki perbedaan usia beberapa tahun. Tidak banyak orang yang saya kagumi seperti saya mengaguminya pada saat itu. Beberapa desainer dari Jerman dan Swiss telah menghasilkan pekerjaan yang sangat baik, tetapi jumlahnya hanya sedikit. Sekarang, telah banyak orang-orang yang menghasilkan karya yang sangat menarik dan original. Jaman telah berubah, dan ada banyak karya bahkan jumlahnya yang sangat besar dengan hasil yang sangat menakjubkan.



Apakah anda sering menggunakan teknik kolase untuk membuat desain logo anda?

Oh ya, saya sering menggunakan kolase (desain logo) hanya untuk mengambil bahan dalam bentuk garis, warna jenis apapun yang akan saya gunakan sebagai fragmen untuk melawan atau bermain bentuk. Tidak ada perbedaan yang berarti (antara kolase dan desain grafis) dalam arti itu.

Ada banyak karya desain bahkan dalam jumlah yang sangat besar dengan hasil yang sangat menakjubkan.

Apakah perbedaan antara pekerjaan cut & paste yang anda lakukan dan desain logo anda? Bagaimana perbedaan prosesnya?

Kolase itu bebas; sedangkan, desain grafis itu mengenai pemecahan masalah orang lain. Ketika saya mengerjakan kolase untuk diri saya sendiri, saya bertindak sebagai klien. Saya hanya melakukan sesuatu yang saya anggap menarik, menemukan hubungan visual antara gambar atau warna atau apapun itu, merupakan cara untuk menemukan gambar yang diinginkan oleh klien. Saya harus bertanya, siapakah penikmatnya? Banyak sekali desain yang tampaknya tidak memiliki rasa.

Seperti apa kebiasaan anda ketika bekerja?

Saya melakukan pekerjaan dengan jumlah yang besar. Cara saya bekerja sangatlah cepat. Saya baru saja kembali dari acara di London, dan memiliki 300 pekerjaan di dalamnya. Beberapa merupakan pekerjaan lama, beberapa lagi yang datang baru-baru ini. Saya membuang jauh-jauh beberapa diantara mereka, dan berkata saya baik-baik saja karena memang tidak akan dapat dikerjakan. Saya sudah cukup handal dalam menolak beberapa pekerjaan yang memang mustahil untuk dikerjakan, dan membuangnya ke tempat sampah seperti yang dilakukan oleh pelukis. 

Saya memiliki sedikit rasa takut dalam menggambar, dan rasa takut yang lebih besar dalam melukis. Itu sebabnya saya menggunakan berbagai macam gunting, dari yang pendek hingga yang sangat panjang dan berat, sehingga saya dengan leluasa dapat memotong berbagai macam hal. Memotong dan merobek merupakan hal yang memiliki semacam kesenangan tersendiri. Jika anda merobek sesuatu, dan mereka akan memiliki sisi yang terkoyak/robekan, berbeda dengan suatu garis yang hanya memiliki sedikit emosi di dalamnya.

Saya tidak bisa hanya duduk diam dimanapun itu. Bahkan ketika saya hanya berbaring di pantai di Cape Cod, saya senang mengatur kerikil-kerikil di pasir. Bermain dapat mengambarkan diri saya yang sebenarnya, bahkan ketika saya hendak membuat simbol  untuk suatu perusahaan, terkadang simbol yang saya ciptakan masih dalam bentuk konsep yang masih dapat ‘dimainkan’ lagi.

Saya memiliki sedikit rasa takut dalam menggambar, dan rasa takut yang lebih besar dalam melukis




Apakah anda memiliki bagian favorit dalam acara terbaru ini, Cut and Paste?

Saya suka dengan apapun yang sedang hits pada saat itu, namun tidak mudah didapat. Misalnya, poster yang saya kerjakan untuk bermain adalah Winston Churchill: The Wilderness Year, yang bercerita tentang periode waktu ketika Winston Churchill keluar dari kantornya. Dalam gambar, wajahnya ditutupi oleh asap cerutu, namun, setiap orang yang melihatnya akan tahu dengan mudah yang dimaksud dalam gambar tersebut adalah Winston Churchill. Tanpa harus berpikir keras, meyakinkan dan tidak rumit. 

Apa tantangan terbesar yang sedang anda hadapi sebagai seorang seniman dan desainer?

Teknologi adalah sesuatu yang harus anda ikuti terus perkembangannya. Ada banyak pilihan yang bisa dilakukan, ada ribuan tipografi. Saya telah mempersempit menjadi sebuah kelompok yang dapat saya kerjakan. Hal ini dapat mempermudah saya dalam bekerja, tetapi menjadi sedikit lebih rumit pada saat ini.

Terkadang dalam hal bisnis, untuk mendapatkan klien membutuhkan usaha yang lebih daripada melakukan pekerjaan desain itu sendiri. Sehingga, dengan cara komunikasi yang logis dan mudah dimengerti klien, akan membantu anda dalam berurusan dengan klien untuk mencapai persetujuan yang ingin dicapai.


Dikutip dari http://www.fastcodesign.com/3033483/7-questions-for-logo-design-legend-ivan-chermayeff dengan beberapa perubahan yang disesuaikan.

Read More
Monday, May 25, 2015
Membangun Brand Dalam 5 Hari – Contoh Kasus Kampanye Capres Hillary Clinton

Membangun Brand Dalam 5 Hari – Contoh Kasus Kampanye Capres Hillary Clinton


Saat Hillary Clinton mengumumkan keikutsertaan dirinya dalam pemilihan presiden tahun 2016 mendatang, Internet bereaksi heboh atas logo yang dipakainya. Logo yang dikabarkan dibuat oleh desainer grafis ternama Michael Bierut ini menuai berbagai komentar seperti “mirip dengan lambang rumah sakit”, atau “terlihat seperti telur Paskah”.


Setelah itu, Moving Brands - creative agency terkenal yang menangani klien ternama seperti Sony, Google, HP, dan Netflix – ditantang oleh Fast Company, sebuah website desain ternama di Amerika, untuk membuat pendekatan yang lain dalam kampanye Hillary. Ketika proses membangun sebuah brand biasa berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, Fast Company hanya memberi waktu 5 hari kepada Moving Brands untuk re-branding kampanye Clinton. Hasilnya cukup memuaskan, Moving Brands membuat membuat karya yang mudah diingat dan tanpa sebuah logo. 

Berikut langkah-langkah yang mereka kerjakan:
Langkah 1: Kenali klienmu

Untuk memulai project ini, Moving Brands mengumpulkan beberapa desainer, copywriter, ahli komunikasi dan brand, dan seorang project manager. Biasanya, desainer agency akan bertemu dengan klien agar dapat memahami projectnya dengan lebih baik. Jika perlu mereka akan mengadakan wawancara, dan bahkan menyelenggarakan workshop. Hal-hal ini akan memberikan banyak informasi mengenai klien.


“Perbedaan terbesar antara project ini dengan project-project biasanya adalah kami tidak mendapatkan input langsung atau feedback dari klien, sehingga kami harus meriset dan mempelajari sendiri mengenai apa yang dikatakan Hillary di depan publik dan banyak membaca berbagai macam artikel untuk memahami hal-hal mengenai Hillary,” jelas creative director Aki Shelton. “Kami menyukai proses kolaborasi dengan klien dan terkadang banyak pertanyaan mengenai klien terjawab melalui langkah ini – kami hanya membantu mereka untuk menemukan dan mendefinisikan mengenai diri mereka.

Langkah 2: Riset dan Membentuk Sebuah Sudut Pandang

Para desainer mengadakan beberapa polling internal dan wawancara (termasuk menggali informasi lewat situs pencari Google secara besar-besaran) untuk membentuk apa yang mereka sebut sebagai sebuah “sudut pandang”, atau intinya, apa yang akan menjadi brand Clinton dalam menarik perhatian dunia. Sudut pandang ini mencakup segala sesuatu dari pandangannya mengenai masalah-masalah hutang, aborsi, dan pendidikan.






Langkah ke 3: Definisikan cerita mengenai sebuah brand, “Make It Real”

Dengan persona Hillary Clinton, tim mulai membangun “cerita” untuk brand ini. Dalam kasus ini, mereka meriset surat pribadi yang ditulis oleh Clinton sendiri. Surat itu mengajak kita untuk bersatu mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi, juga mengajak kita memimpikan dunia yang kita inginkan, dan mengajak semua warga negara untuk membuat dunia yang kita impikan tersebut menjadi kenyataan. “Make It Real” atau “Buatlah Menjadi Nyata” menjadi punchline “cerita” tersebut  dan menjadi benang merah dari brand tersebut secara keseluruhan.
Tapi apakah tagline “Make It Real” cukup untuk menjadi brand dan membuat Hillary Clinton “terlihat”?


 “Saya akan setuju (bahwa ini terlalu klise), tapi kita sedang berbicara mengenai politik, dimana konsep realitas menjadi agak berbeda,” kata copy director Michael Meyer. “Kita akan selalu punya pandangan politik yang berbeda dengan rekan kerja kita, keluarga kita, namun kita akan tetap bisa hidup, kerja, dan berbincang-bincang bersama. Media terkadang menggambarkan masyarakat Amerika terdiri dari masyarakat yang berkubu-kubu, namun dalam pengalaman kita, itu tidaklah penting. Hillary adalah sosok di tengah itu semua, dan kami percaya bahwa brand mengenai diri beliau harus dapat mencerminkan hal itu.”


Langkah 4: Jelaskan Dalam Sebuah Nama

Brand terkenal apapun – entah sebuah perusahaan ataupun sebuah produk – membutuhkan sebuah nama yang tepat. Tapi dalam kasus ini, Moving Brands memutuskan bahwa nama yang dipakai haruslah “Hillary”, dan bukan “Hillary Clinton”.


“Semua orang di studio menyebutnya dengan nama Hillary, awalnya hal ini terasa tidak disengaja hingga kami membicarakan seberapa besar hal ini berpengaruh. Di Amerika, penggunaan nama depan terasa asing, jarang dilakukan, dan hal ini menguntungkan,” jelas Meyer. “Sebagai tambahan, hal ini memisahkannya dari kesan sebagai bagian dari administrasi Presiden Bill Clinton yang dulu. “Hillary Clinton” adalah mantan Ibu Negara, sedangkan “Hillary” adalah seorang Senator/Sekretaris Negara/Kandidat Presiden. Setelah kami memakai tagline “Make It Real”, penggunaan nama depannya berubah dari hal yang dianggap aneh menjadi hal yang lebih sesuai, lebih dapat diterima, dan lebih nyata.

dikutip dari: http://www.fastcodesign.com/3045490/how-to-build-a-brand-in-5-days dengan perubahan
Read More
Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger