a

Monday, March 28, 2016
ISTILAH-ISTILAH DAN ATURAN DALAM TIPOGRAFI YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PARA DESAINER (BAGIAN III)

ISTILAH-ISTILAH DAN ATURAN DALAM TIPOGRAFI YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PARA DESAINER (BAGIAN III)

- Grapheme
 Sangat mirip dengan glyph, tetapi …….. grapheme merupakan sebuah hal paten yang sudah ada dalam sebuah bahasa, seperti pada bahasa Cina (Mandarin).

- Gutter
Jarak / spasi antara halaman awal.

- Justified
Dalam sebuah paragraf dengan justified text, tidak ada ruang kosong putih di akhir sisi baris. Semua akan rapat pada kanan dan kiri text.

- Leading
Leading menggambarkan sebuah garis vertikal yang terletak diantara garis ketik.


- Loop
Bagian terendah dari huruf ‘g’ bisa disebut dengan loop atau lobe. Kadang juga disebut tail – huruf lain yang memiliki tail ini juga adalah huruf ‘y’.


- Logotype
Simbol huruf yang digunakan untuk sebuah tanda atau juga bisa disebut sebuah identitas. Logo type juga bisa diambil terpisah dari desain grafisnya.

- Ligature
Dua buah bnetuk huruf yang sama yang menyatu untuk menghasilkan sebuah glyph baru.

- Monospace
Font yang disetiap letterformnya memiliki space horisontal yang sama.

- OpenType
Didesain oleh Microsoft dan Adobe, OpenType telah berkembang dan berimprovisasi menjadi TrueType dan PostScript font.

- Orphan
Garis pertama dalam paragraf baru yang diletakkan di bawah halaman. Sesuai dengan namanya.

- Pica
Denan panjang 16 inci, pica ini merupakan kesatuan dari garis panjang dan lebar kolom. Terdapat 12 poin atau 16 pixel dalam 1 pica.

- Point
Strandart dari tipografikal dengan ukuran 1/12 pica atau 1/72 inci.

- Readability
Readability ini merujuk pada kemudahan setiap blok tulisan yang dapat dibaca oleh mata kita.

- Sidebearing
Ruang horisontal disetiap sisi letterform, yang memisahkan dari setiap huruf.

- Spine
Patahan utama dalam huruf kecil atau huruf kapital S.

- Stem
Sebuah garis vertikal,yang terdapat pada garis panjang dalam sebuah karakter.

- TDC
The Type Directors Club merupakan organisasi tipografi yang terdapat di New York.

- Tittle
Nama untuk dot atau titik yang terdapat di huruf ‘I’ dan ‘j’.


- Terminal
Jenis kurva yang terdapat pada akhir stroke. Contohnya termasuk bentuk tetesan air mata di: 'Finial, 'ball', 'beak' dan 'lachrymal'.

- x-height
Ukuran tinggi dari huruf kecil x pada setiap typeface. Yang membatasi ukuran detail glyph dan juga dari ascenders dan descenders.



Dikutip dari http://www.creativebloq.com/typography/what-is-typography-123652?page=1 dengan beberapa perubahan yang disesuaikan.

Read More
Monday, March 21, 2016
ISTILAH-ISTILAH DAN ATURAN DALAM TIPOGRAFI YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PARA DESAINER (BAGIAN II)

ISTILAH-ISTILAH DAN ATURAN DALAM TIPOGRAFI YANG HARUS DIKETAHUI OLEH PARA DESAINER (BAGIAN II)

- Daftar kata-kata sulit (A-L)

Keterangan gambar :  1. Bowl; 2. Stem; 3. Counter; 4. Arm; 5. Ligature; 6. Terminal; 7. Spine; 8. Ascender; 9. Apex; 10. Serif; 11. Ear; 12. Descender; 13. Crossbar; 14. Finial; 15. Ascender height; 16. Cap height; 17. X-height; 18. Baseline; 19. Descender line.



- Aese (ash)

Penggabungan dua huruf a dan e. Aesc ini merupakan huruf tua dalam bahasa inggris, dimana huruf ini dibuat untuk penggabuangan dua (rangkap) vowel, dan berhasil masuk dalam alfabet termasuk dalam bahasa denmark (Danish) dan bahasa islandia (Icelandic).


- Apex
Titik pusat (puncak) untuk suatu karakter huruf, hal ini dapat dilihat ketika adanya pertemuan antara garis pertemuan kiri dan kanan. Contohnya pada huruf besar (capital) A.


- Arm
Suatu garis horisontal yang tidak bersambungan satu sama lain atau suatu garis batang dan kedua ujungnya tidak terhubung – seperti pada huruf kapital T.


- Ascender
Bagian rendah dalam suatu huruf merupakan projek untuk x-height huruf. Ascender merupakan hal yang penting untuk mempermudah pembacaan, jika dalam suatu huruf terdapat terlalu banyak ascender-height dan x-height yang tidak mencukupi maka akan menyebabkan masalah dalam pembacaan.



-  Baseline
Baseline merupakan ‘kaki’ dari huruf-huruf kapital. Dibawah garis ini terdapat descenders dan loops.


- Bowl
Suatu bentuk potongan / lengkung yang indah yang terdapat pada huruf ‘p’ dan ‘b’.


- Bicameral (kebalikan dari Unicameral)
Bicameral ini merujuk pada alfabet yang memiliki huruf besar dan kecil yang, seperti contohnya pada alfabet Roman dan Cyrillic – yang merupakan kebalikan dari Hebrew dan Arabic.


- Bracket
Bagian dari huruf yang menyerupai bentuk batang memanjang yang terdapat dalam beberapa font.


- Cap height

Tinggi dari huruf kapital dari baseline.


- Copyfitting

Hal yang dilakukan untuk menyesuaikan titik dan spasi huruf untuk menempatkan teks dalam ruang yang telah disediakan agar terlihat lebih indah/harmoni.


- Counter
Penggabungan atau penggabungan sebagian dari porsi sebuah huruf seperti pada huruf ‘e’, bagian rendah dari huruf ‘e’ dan ‘g’, kedua huruf ini bisa dengan mudah untuk diletakkan bersama dengan bowl.


- Crossbar
Crossbar merupakan garis pengguhubung antara dua goresan/garis, seperti dalam huruf ‘H’. Crossbar ini juga dapat memotong bagian dari batang huruf seperti yang terdapat dalam huruf ‘t’.


- Cursive
Istilah penulisan font ini merujuk pada menirukan gaya handwriting/tulisan tangan. 


- Descender
Descender ini merupakan bagian huruf yang jatuhnya terletak dibawah baseline, pada huruf kecil misalnya pada huruf ‘p; ‘y’, dan ‘q’ dan kadang juga terdapat dalam huruf besar / kapital seperti pada huruf ‘J’ dan ‘Q’.


- Diacritical

Diacrirical meripakan aksen dari suatu huruf yang terdapat khusus seperti dalma bahasa Perancis, bahasa Ceko, dan bahasa Jerman dengan tujuan untuk menjalankan fungsi yang terdapat dalam glyph.


- Dingbat

Dapat juga disebut bunga-bunga printer, dingbat ini merupakan elemen hiasan yang bervariasi, dari simbol sederhana hingga simbol flora dan fauna.


- Drop cap
Suatu huruf kapital denga  ukuran sangat besar yang biasanya terdapat diawal paragraf terkadang huruf tersebut membesar kebawah mengambil dua atau lebih garis text dibawahnya, atau bisa juga memanjang/membesar keatas.

- Ear
 Goresan kecil yang bisa terdapat di huruf kecil ‘g’ setelah lengkungan bowl. Terkadang juga terdapat pada huruf kecil ‘r’.


- Ethel
Perpaduan dari huruf ‘o’ dan ‘e’.


- Em
Sering disebut sebagai 'Mutton' untuk membedakannya dari En, Em adalah ruang horisontal yang sama dengan ukuran titik teks.


- En
Sering disebut ‘Nut’, En adalah ukuran horisontal dari satu setengah ukuran Em. 


- Eye
Eye disini hampir mirip dengan Counter, tetapi eye lebih spesifik pada huruf ‘e’.


- Finial

Garis lancip atau runcing diujung goresan, biasanya terdapat pada huruf ‘e’ dan ‘c’.


- Fleuron
Suatu simbol bunga yang terdapat pada printer jadul untuk membantu menghiasi text.


- <font-face>
Tag HTML5 yang dapat membawa tipografi ke internet dengan secara otomatis typefaces telah berada di laman.

- Glyph
Sebuah tanda pada bagian font, baik itu dalam huruf, nomor, tanda baca ataupun dalam dingbat. Glyphs juga merupakan sususan block dalam tipografi.




Dikutip dari http://www.creativebloq.com/typography/what-is-typography-123652?page=1 dengan perubahan yang telah disesuaikan.
Read More
Thursday, March 17, 2016
Istilah-Istilah dan Aturan Dalam Tipografi yang Harus Diketahui Oleh Para Desainer (Bagian I)

Istilah-Istilah dan Aturan Dalam Tipografi yang Harus Diketahui Oleh Para Desainer (Bagian I)

Kami akan menjelaskan mengenai konsep dasar dan istilah-istilah yang dapat kamu pahami dalam tipografi


Secara sederhana, tipografi adalah sebuah seni dan juga sebuah teknik dalam merangkai tulisan. Tujuan dari pekerjaan ini (tipografi) adalah kurang lebih untuk membuat sebuat kata terlihat lebih menarik untuk dibaca. Pilihan typeface dan bagaimana cara kamu dapat membuatnya lebih menarik baik dari sisi layout, grid, pewarnaan, tema desain dan apapun itu akan membedakan mana desain yang bagus, buruk dan juga desain yang sangat keren.

Terdapat banyak tutorial tipografi disekitar kita yang dapat membantumu untuk mengetahui langkah-langkahnya. Tetapi, tipigrafi yang bagus itu terkadang muncul dari sebuah ide kreatif. Ketika kamu telah menguasai teknik dasarnya, maka selanjutnya carilah referensi untuk mencari macam-macam font dan pelajari cara menyatukannya.

- pemilihan font
Terdapat banyak font yang cantik di situs-situs online ada yang berbayar maupun bisa diunduh secara gratis. Tetapi dengan adanya sumber yang besar berarti kita juga memiliki tanggung jawab yang tinggi. Hanya karena kamu bisa memilihnya dari milikmu sendiri di komputer pribadi bukan berati kamu harus menggunakan yang itu-itu saja.

Sebuah typeface, diciptakan oleh seorang pengrajin (pembuat huruf) selama kurun waktu yang tak menentu, mereka menggunakan keahlian mereka dan pengalaman yang telah mereka kembangkan selama beberapa tahun tersebut. Dan keuntungan dari pembuatn huruf secara professional tersbut – menghasilkan sebuah kesatuan huruf yang indah, multi-bahasa yang dapat mendukung karakter internasional, ekspresif jika di padupadankan dengan berbagai macam pengaturan pengetikan, maka dari itu banyak huruf yang tidak tersedia secara gratis.

Berikut beberapa hal penting dalam dunia tipografi untuk para desainer profesional dan patut di perhatikan.

1. Ukuran
Semua typeface tidak diciptakan dengan ukuran yang sama, beberapa dari mereka mempunyai ukuran yang besar dan lebar, ada juga yang berukuran kecil dan tipis. Maka setiap typeface yang ada memiliki perbedaan jumlah spasi ditiap halamannya.

Tinggi untuk tiap karakter huruf lebih dikenal dengan nama 'x-height'. ketika kita menyatukan typeface – misalnya kita menggunakan face huruf yang berbeda untuk menunjukkan area yang dikhusukan menjadi pusat erhatian – maka biasanya digunakan 'x-height'. dan untuk tingkat kelebaran masing-masing huruf bisa disebut dengan ‘set width’, dimana ditiap lekukan atau perpanjangan dari tubuh huruf dijadikan untuk penyangga huruf yang lain.

2. Leading
Leading disini dimaksudkan pada ruang vertical antara setiap garis dari setiap huruf. Mengapa diberi nama seperti itu? Karena setiap garis awal digunakan untuk memisahkan baris ketik zaman typesetting logam.

Untuk tulisan yang mudah dibaca, aturan umum yang harus digunakan adalah nilai leadingmu harus lebih besar dan lebih ‘wah’ daripada ukuran huruf yang lain, seperti 1.25 atau 1.5 kali lebih besar.

3. Tracking dan kerning
Kerning disini maksudnya adalah jarak antar karakter untuk membuat sebuah harmonisasi satu sama lain. Contohnya, ketika huruf besar ‘A’ bertemu dengan huruf besar ‘V’, garis diagonal mereka biasanya ‘kerned’ jadi pada ujung kiri atas huruf ‘V’ akan berada lurus dengan ujung kanan bawah huruf ‘A’.

Kerning dan trancking mempunyai ciri-ciri yang sama, tetapi sebenarnya mereka berbeda.

4. Pengukuran
Dalam aturan pengukuran berkaitan dengan optimalisasi huruf untuk bisa dibaca dengan jelas, hal ini merupakan hal terpenting dalam tipografi.

5. Hirarki dan skala
Jika semua tipe huruf mempunyai ukuran yang sama, makan kemudian akan sangat sulit menemukan informasi terpenting dalam sebuah halaman. Untuk menunjukkan kepada pembaca mengenai hal itu, sebuah heading biasanya diketik dengan ukuran yang lebih besar, sub-heading sedikit lebih kecil dan bagian badan tetap kecil seperti biasanya.

Ukuran tidak hanya menunjukkan sebuah hirarki – hal itu juga bisa ditunjukkan dengan warna, spasi, dan lebar huruf.


Dikutip dari http://www.creativebloq.com/typography/what-is-typography-123652 dengan beberapa perubahan bahasa yang disesuaikan.

Read More
Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger