a

Monday, April 21, 2014

4 Masalah Perusahaan di Media Sosial



Perusahaan media sosial


Agar lebih familiar dengan masyarakat luas – terutama remaja – sekaligus menjaring pasar yang lebih luas, banyak perusahaan yang terjun ke media sosial. Tetapi, hal ini tidak membuat mereka untung, malah buntung.

Apa yang salah?

Perusahaan tersebut bisa jadi melanggar ‘pasal’ tidak tertulis di media sosial. Di bawah ini, adalah empat kesalahan yang sering dilakukan perusahaan yang ingin eksis di media sosial dan bagaimana cara menghindarinya:

1. Melupakan Arti Kata ‘Sosial’ di Media Sosial 

Bagi sebagian besar perusahaan, media sosial ibarat papan pengumuman saja. Mereka memasang promosi, prestasi, dan beragam informasi lainnya, tanpa menyempatkan berinteraksi dengan menjawab pertanyaan dari customer dan menindaklanjuti informasi yang mereka pasang sebelumnya.

Disinilah fungsi sosial dari media sosial musnah.

Kesempatan perusahaan Anda untuk menunjukkan sisi humanisnya pun hilang sudah.

Cara mengatasinya:
Ketika sebuah perusahaan berkecimpung di media sosial, berarti perusahaan itu sudah siap berkorban, terutama waktu. Simpelnya, berikan saja tanggungjawab ini pada staff ahli media sosial di perusahaan Anda. Tak hanya untuk bisnis kelas kakap, bisnis kecil dan menengah pun harus serius ketika hadir di dunia maya. Jika Anda tidak benar-benar memanfaatkan peluang ini, jangan harap hubungan Anda dengan customer akan baik-baik saja.

Usahakan untuk lebih interaktif dan ramah terhadap orang-orang, misalnya dengan mengadakan sesi tanya jawab atau sekedar mengapresiasi perhatian mereka dengan kalimat afirmatif sederhana.


2. Membiarkan Komentar Negatif

Customer yang tidak puas seringkali menumpahkan kekecewaan mereka di media sosial, terutama Twitter, tetapi perusahaan yang dikomplain seperti mendadak tuli. Menurut penelitian, hanya 29 persen pengguna Twitter yang komplainnya dibalas oleh perusahaan yang bersangkutan.

Membiarkan komentar negatif bisa menjadi cara tercepat untuk kehilangan pelanggan setia dan juga calon pelanggan Anda. Padahal dalam berbisnis, ada kalanya perusahaan harus mengatasi masalah yang dialami customer, kemudian mengevaluasinya untuk meningkatkan brand awareness sekaligus hubungan baik dengan customer.

Cara mengatasinya :
Pertama-tama, usahakan untuk memberikan respons cepat pada komplain customer. Kemudian, Anda harus mengetahui bagaimana merespon testimonial negatif tersebut dengan cara yang sopan, seperti dengan meminta maaf, memberikan solusi yang tepat, dan menanyakan masalah lain yang dihadapi customer untuk kenyamanan mereka.


3. Memakai Strategi yang Sama di Semua Media Sosial

Seringkali, sebuah perusahaan mengunggah informasi yang sama di seluruh media sosial yang dimiliki. Pasti ada, minimal, segelintir orang yang menganggap ini adalah spam.

Tidak mau hal itu terjadi kan?

Hal lain yang perlu Anda ingat adalah tiap media sosial memiliki cara dan kebiasaan berinteraksi yang berbeda-beda. Misalnya, ketika di TwitterAnda tidak bisa memberikan informasi atau materi promosi sebanyak di Facebook karena sebuah tweet dibatasi 140 karakter saja. Tidak disarankan menggunakan Writelonger karena tidak semua followers mau mengklik tautan tersebut.

Contoh lain adalah penggunaan hashtag. Di Twitter, hashtag berfungsi secara umum sebagai memudahkan pencarian tweet dengan topik tertentu sekaligus sebagai strategi pemasaran. Ternyata, sistem yang sama juga diadaptasi oleh Facebook pada Juni 2013. Yang patut disayangkan, ternyata tidak semua pengguna Facebook paham betul tentang penggunaan hashtag.

Cara Mengatasinya :
Pahami bagaimana cara tiap platform media sosial memberikan informasi perusahaan Anda. Kemudian klasifikasikan dan sesuaikan materi yang ingin disampaikan di beragam media sosial tadi. Jangan pula mengirimkan informasi yang sama pada bermacam-macam situs.


4. Lupa Memberikan ‘Penghargaan’ pada Customer

Banyak perusahaan yang berharap brand awareness mereka akan dibantu para pengguna media sosial dengan sukarela.

Itu tidak akan terjadi.

Ingat, orang-orang tidak akan mengklik tombol ‘like’, ‘retweet’, atau ‘share’ dari akun media sosial perusahaan Anda secara cuma-cuma.

Cara mengatasinya :
Media sosial adalah tempat perusahaan Anda menunjukkan kreativitas untuk menjaring massa dan mengalahkan para kompetitor.
Jika Anda hanya percaya bahwa pengguna media sosial akun perusahaan Anda karena mereka
Coba tawarkan diskon, sneak peek produk terbaru, respon yang cepat dan ramah, dan lain-lain. Hal-hal sederhana itulah yang malah mendorong orang-orang mencari tahu tentang perusahaan Anda.


Disadur dari:
socialmarketingwriting.com
  • Blogger Comment
  • Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger