a

Tuesday, June 16, 2015

3 Alasan Kita Belum Sesukses Yang Kita Inginkan



Sudah merasa cukup berambisi dan bekerja keras, namun masih merasa belum sampai di tempat yang kita inginkan?
Jika cara meraih kesuksesan itu dapat dimengerti dengan mudah, setiap orang akan berusaha keras untuk meraih hal itu. Tetapi, seperti yang kita tahu, terkadang kerja keras dan segala usaha kita berakhir sia-sia. Bisa saja hal ini disebabkan karena kita belum beruntung, tapi menurut penelitian, terkecuali kasus ekstrim tertentu, sebenarnya.kitalah yang membentuk keberuntungan kita sendiri. Lalu apa hal-hal lain selain usaha keras kita yang juga membentuk kesuksesan tersebut?
Menurut para ahli, kerangka berpikir yang tepat, adalah salah satu faktor yang berpengaruh setelah inspirasi dan usaha-usaha yang kita lakukan. Lalu apa sajakah hal-hal yang kurang tepat dan mempengaruhi kerangka berpikir kita?

1.      Kita belum mendefinisikan makna kesuksesan untuk diri kita sendiri

Kita bisa berlari sekencang-kencangnya, namun jika kita tidak punya bayangan tentang tujuan kita, semua usaha ini menjadi sia-sia saja. Untuk membuat semua usaha-usaha kita membuahkan hasil, kita harus memahami apa yang ingin kita raih, mungkin hal itu bisa berupa tabungan dengan saldo yang besar, hidup yang dipenuhi pengalaman-pengalaman yang tidak biasa, atau keluarga yang bahagia.

“Terkadang, kita bahkan mulai mengusahakan hidup yang berbeda sama sekali dari hidup yang kita rencanakan sebelumnya, demikian ujar Mike Iamele di Brazen Careerist. Dulu mungkin kita ingin bekerja di kantor dengan gaji yang tinggi, gelar yang prestisius, uang berlimpah. Namun bisa jadi kita kemudian malahan berpikir untuk memulai sebuah bisnis, atau mengelilingi dunia. Pikirkan baik-baik mengenai darimana tujuan-tujuan kita itu datang dan “kita mungkin sadar bahwa kita tidak merasa sukses karena kita selama ini telah mengejar hal yang keliru,” tulisnya. “Dan hanya kita yang dapat mendefinisikan apa kita sudah mencapai kesuksesan atau belum, karena hanya kita yang mampu mengukur keberhasilan kita sendiri.

Srinivas Rao mengemukakan pendapatnya dalam Medium: “Jangan mengikuti arahan dalam peta yang orang lain gambarkan untukmu, tetapi pilihlah arah sesuai kompas internalmu. “Jika kita telah mengikuti arahan orang lain dalam waktu yang lama, kita bahkan tidak menyadari bahwa kita hanya berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuatkan orang lain,” tulisnya. “Kita berhenti mempertanyakannya. Biasanya jalan tersebut memberikan kenyamanan, kemudahan, dan menjanjikan keberhasilan.” Tetapi menggunakan rencana orang lain dalam hidup kita dapat berakibat buruk. Rao menyimpulkan, “Jika menggunakan rencana orang lain, kemungkinan terbaiknya adalah kita dapat melakukan hal yang terbukti telah berhasil sebelumnya. Namun jika tidak, kita gagal dan hanya menjadi tiruan dari orang lain.”

2.      Kita menempatkan diri di tempat yang keliru

Kita semua mempunyai kelebihan dan kekurangan. Iamele menekankan bahwa kita akan bisa terus berkembang jika kita menempatkan diri di situasi yang memungkinkan kita untuk mengembangkan kelebihan kita dan meminimalisir kekurangan kita. Sebagai contoh, seseorang yang buta nada tidak akan menang dalam kontes menyanyi, dan seorang inovator yang berantakan tidak akan berhasil melakoni peran administratif yang membutuhkan ketelitian tinggi.
“Saya mempunyai seorang teman yang menjadi resepsionis selama beberapa tahun dan dia membenci pekerjaannya tersebut. Dia selalu aktif di media sosial dan gemar mendesain brosur untuk perusahaannya. Akhirnya, dia memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya. Dalam beberapa bulan, tanpa training formal apapun, dia menjadi salah satu desainer grafis ternama di daerahnya. Dia mengisi hari-harinya dengan membahas strategi media sosial, mendesain gambar, dan mengatur waktunya sendiri”, demikian cerita Iamele. Selanjutnya dia menekankan, “kita tidak akan sukses jika kita secara terus menerus melakukan pekerjaan yang tidak memuaskan kita atau terlibat dalam hubungan yang melelahkan yang tidak mendukung kelebihan kita.”

3.      Kita terlalu fokus untuk membahagiakan orang lain

Kebaikan itu adalah hal yang menakjubkan. Hidup melayani orang lain dapat menjadikan hidup kita terasa penuh arti. Tetapi itu bukan berarti kesuksesan itu sama dengan membahagiakan orang lain setiap waktu. Kesuksesan juga berarti mengatur agenda hidup kita sendiri dan belajar untuk menolak ketika diperlukan.
Bukannya mengajak untuk menjadi pribadi yang kontradiktif dan susah diatur, namun Iamele menjelaskan, “Tidak setuju dengan pendapat orang lain – walaupun mereka teman, pasangan, orang tua, atau bahkan atasan kita – adalah tanda kita mencoba untuk semakin menjadi diri kita sendiri. Dan ketika kita semakin kuat mengedepankan berbagai prioritas kita, kita akan semakin dapat hidup yang benar-benar sesuai kemauan kita – bukan sesuai kemauan orang lain untuk kita.

Apakah kita melakukan kesalahan-kesalahan ini?



  • Blogger Comment
  • Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2012 Orkha Creative All Right Reserved
Designed by CBTblogger